KITAMUDAMEDIA

Antisipasi Gelombang Pensiun, Disdikbud Bontang Buka Rekrutmen 80 Guru Pengganti

KITAMUDAMEDIA, Bontang – Kekurangan tenaga pendidik akibat gelombang pensiun guru pada 2026 mulai diantisipasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang. Sekitar 80 guru pengganti disiapkan untuk direkrut secara bertahap, dengan prioritas bagi warga lokal.

Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha mengatakan, saat ini pihaknya tengah menyusun pedoman teknis perekrutan, termasuk syarat dan mekanisme seleksi calon guru pengganti.

“Yang diutamakan tentu masyarakat Bontang. Program ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan guru, tapi juga membantu mengurangi angka pengangguran di daerah,” ujarnya, Kamis (14/5/2026).

Meski memprioritaskan pelamar lokal, Disdikbud tetap membuka peluang bagi pelamar dari luar daerah, terutama untuk bidang studi yang tenaga pengajarnya masih terbatas di Bontang.

Safa menjelaskan, gaji guru pengganti akan bersumber dari tambahan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bagi sekolah yang kehilangan tenaga pendidik karena pensiun. Anggaran tersebut masuk dalam kategori belanja jasa, bukan belanja pegawai.

“Sekolah yang gurunya pensiun akan mendapat tambahan BOS untuk membayar tenaga pengganti,” jelasnya.

Disdikbud menargetkan penghasilan guru pengganti minimal setara Upah Minimum Kota (UMK). Selain gaji dari dana BOS, tenaga pengajar non-ASN juga berpeluang menerima insentif guru swasta dari pemerintah kota maupun pemerintah provinsi.

Menurutnya, jika digabungkan dengan insentif, pendapatan guru pengganti bisa mencapai sekitar Rp4 juta per bulan.

Program ini terbuka bagi lulusan baru maupun guru swasta yang ingin bergabung. Namun seluruh pelamar tetap diwajibkan mengikuti proses seleksi dan tes sesuai ketentuan.

Perekrutan akan dilakukan bertahap menyesuaikan jumlah guru yang memasuki masa pensiun pada 2026. Disdikbud menargetkan proses rekrutmen dapat dibuka setelah pedoman dan kualifikasi rampung disusun.

Nantinya, informasi lowongan akan diumumkan melalui Dinas Ketenagakerjaan Kota Bontang agar dapat diakses masyarakat secara luas. (adv)

Reporter: Yulia C. | Editor: Icha Nawir

Exit mobile version