KITAMUDAMEDIA

Tambah 46 Orang, Guru Al Qur’an Bersertifikat UMI di Bontang Tembus 500 Orang

Sedikitnya 500 guru di Kota Bontang telah mengantongi sertifikat Metode UMI. Jumlah tersebut bertambah setelah 46 guru mengikuti sertifikasi untuk menyamakan standar pembelajaran Al-Qur'an.

KITAMUDAMEDIA, Bontang – Sedikitnya 500 guru di Kota Bontang kini telah mengantongi sertifikat Metode UMI. Jumlah tersebut kembali bertambah setelah 46 guru dari berbagai sekolah negeri dan swasta mengikuti sertifikasi guna menyamakan standar pembelajaran Al-Qur’an.

Pembina Metode UMI Bontang, Hidayatullah, mengatakan peserta berasal dari berbagai satuan pendidikan, di antaranya SMP Negeri 2, SMP Negeri 8, SMP Negeri 9, SMP Negeri 10, SD Negeri 10, SD Negeri 11, SD IT Cahaya Fikri, SD Vidatra, SD YPK, serta sejumlah sekolah lainnya.

“Selama tiga hari peserta mengikuti proses sertifikasi. Setelah itu mereka diharapkan siap menjadi guru Al-Qur’an yang memiliki standar dalam mengajar,” ujarnya, ditemui belum lama ini.

Menurut Hidayatullah, sertifikasi tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga membekali peserta dengan metode pembelajaran yang sistematis. Materinya mencakup pembinaan kemampuan guru, tahsin, hingga teknik mengajar peserta didik dari berbagai jenjang usia.

“Metode UMI memiliki sistem yang terstruktur. Guru tidak hanya belajar membaca Al-Qur’an dengan benar, tetapi juga bagaimana cara mengajar anak-anak, remaja, hingga orang dewasa,” katanya.

Ia menjelaskan, sertifikasi tersebut merupakan inisiasi Metode UMI yang mendapat dukungan Pemerintah Kota Bontang. Bahkan, Metode UMI telah ditunjuk sebagai salah satu metode pembelajaran Al-Qur’an untuk mendukung program pemberantasan buta huruf Al-Qur’an di Kota Bontang.

Pelaksanaan sertifikasi dilakukan secara berkala menyesuaikan kebutuhan. Dalam setahun, kegiatan ini dapat digelar dua hingga tiga kali karena tingginya minat sekolah, terutama sekolah negeri, untuk menerapkan Metode UMI.

Hidayatullah berharap sertifikasi yang rutin digelar dapat semakin memperkuat kualitas pendidikan Al-Qur’an di Bontang sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat yang bebas dari buta huruf Al-Qur’an. (Adv)

Reporter: Yulia C. | Editor: Icha Nawir

Exit mobile version