KITAMUDAMEDIA, Bontang – Antrean kendaraan untuk mendapatkan Pertalite di sejumlah SPBU Bontang tak lagi sekadar persoalan waktu tunggu. Barisan kendaraan yang mengular mulai mengganggu kelancaran lalu lintas hingga akses menuju pertokoan di sekitar SPBU.
Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menyiapkan skema pembatasan pengisian BBM subsidi melalui sistem pelat nomor ganjil-genap.
Rencana itu disampaikan Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDA) Sekretariat Daerah (Setda) Bontang, Moch. Arif Rokhman, usai mengikuti rapat pembahasan antrean BBM bersama DPRD Bontang, Jumat (28/8/2026).
Arif mengatakan, penerapan sistem ganjil-genap masih sebatas wacana dan tengah dibahas. Pemkot Bontang berencana mengacu pada sistem serupa yang telah diterapkan di Balikpapan, tetapi mekanismenya akan disesuaikan dengan kondisi di Bontang.
“Konsepnya mengacu pada yang diterapkan di Balikpapan dengan sistem ganjil-genap, tetapi mekanismenya akan disesuaikan dengan kondisi di Bontang, ini masih wacana, nanti akan kita bahas kembali dengan wali kota,” ujarnya.
Menurut Arif, pembatasan tersebut diharapkan dapat membagi volume kendaraan yang datang ke SPBU sehingga antrean tidak menumpuk pada waktu yang bersamaan.
Ia menyebut persoalan antrean saat ini telah meluas. Kendaraan tidak hanya memenuhi area SPBU, tetapi juga berdampak terhadap kelancaran lalu lintas dan akses masyarakat menuju pertokoan di sekitar lokasi.
Meski demikian, Pemkot Bontang belum menetapkan jadwal pemberlakuan sistem ganjil-genap. Hasil pembahasan masih akan disampaikan kepada pimpinan, sementara teknis pelaksanaannya perlu dimatangkan lebih dahulu.
Arif memastikan kebijakan tersebut akan diupayakan segera diterapkan mengingat kondisi antrean Pertalite dinilai semakin mengkhawatirkan. Setelah diberlakukan, pemerintah juga akan melakukan evaluasi untuk melihat efektivitas penerapannya.
“Secepatnya akan kami terapkan karena antrean sudah sangat parah. Setelah berjalan nanti akan terus kami evaluasi,” pungkasnya.
Anggota DPRD Bontang, Winardi, menyatakan sepakat jika sistem ganjil-genap menjadi salah satu opsi untuk mengurangi antrean BBM yang belakangan semakin parah.
“Kami setuju kalau itu bisa menjadi solusi, maka dari itu kami harap pemerintah Kota Bontang bisa segera mengeluarkan Surat Edaran (SE), karena kalau kami di DPRD tidak bisa mengeluarkan SE,” tuturnya. (Adv)
Reporter : Yulia.C | Editor: Icha Nawir
