KITAMUDAMEDIA, Bontang — Antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Bontang beberapa hari terakhir menjadi perhatian publik. Warga dibuat waswas, khawatir fenomena tersebut menjadi tanda awal kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).
Salah satu warga bernama Erni bahkan mengunggah keluhannya melalui media sosial. Ia mengaku harus menunggu berjam-jam sebelum akhirnya bisa membeli bahan bakar.
“Lamanya mengantre BBM dari pagi,” tulisnya melalui unggahan yang turut ramai dikomentari warganet.
Dalam keterangannya, Erni menyebut antrean dimulai sejak pukul 07.00 WITA dan baru memperoleh BBM sekitar pukul 13.00 WITA.
Situasi ini memunculkan keresahan, terutama di kalangan ojek online, pekerja mobilitas tinggi, dan pelaku usaha yang menggantungkan operasi pada ketersediaan BBM.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Bontang memastikan tidak ada pengurangan kuota BBM dari Pertamina. Kepala Bagian Perekonomian Sumber Daya Alam (PSDA) Sekretariat Kota Bontang, Arif Rohman, menyebut antrean panjang terjadi akibat hambatan teknis distribusi.
“Antrean yang terjadi bukan karena stok berkurang. Berdasarkan laporan resmi dari Sales Branch Manager Pertamina Kaltim, kendala teknis distribusi menjadi penyebab utama,” jelas Arif, Jumat (21/11/2025).
Ia menerangkan, hujan deras di sejumlah wilayah Kaltim membuat beberapa mobil tangki tertunda dalam perjalanan, bahkan ada yang harus menjalani perbaikan. Kondisi laut juga memengaruhi jadwal kapal pengangkut BBM jenis Pertamax.
“Untuk Pertalite tetap normal. Sedangkan Pertamax sempat terkendala cuaca di jalur laut,” tambahnya.
Fenomena antrean BBM ini sedikit banyak mengganggu aktivitas masyarakat. Pemerintah pun memastikan terus melakukan koordinasi intensif dengan Pertamina agar proses suplai kembali stabil.
“Kami memantau langsung kondisi distribusi setiap hari. Harapannya, suplai tetap lancar hingga akhir tahun,” ujar Arif.
Pemkot juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan panic buying.
“Yang penting masyarakat tidak perlu panik. Suplai BBM aman, distribusi terus berjalan, dan tidak ada pengurangan kuota,” tegasnya.
Dengan perbaikan yang dilakukan, pemerintah optimistis kondisi antrean akan terurai dan pelayanan SPBU kembali berjalan normal dalam waktu dekat.(*)
Reporter: Yulia.C | Editor: Icha Nawir



