KITAMUDAMEDIA, Bontang — Sejumlah harga bahan pokok di Kota Bontang kembali merangkak naik. Kenaikan terjadi pada komoditas penting seperti cabai, tomat, hingga beras.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKP3 Bontang, Debora Kristiani, mengatakan lonjakan harga disebabkan oleh cuaca yang tidak menentu. Kondisi ini menyebabkan keterlambatan pengiriman komoditas dari luar kota ke Bontang.
“Kalau tomat itu kan gampang busuk, jadi kalau cuaca tidak menentu, pengiriman lambat, jadi banyak yang busuk. Sehingga stok kurang tapi permintaan banyak, jadilah harganya meroket,” ungkapnya kepada redaksi kitamudamedia.com, Kamis (11/7/2025).
Ia juga mengungkapkan, saat ini Kota Bontang belum memiliki gudang pangan. Alhasil, pasokan bahan pokok masih dikirim dari luar kota seperti Samarinda dan Balikpapan. Ketergantungan ini turut berkontribusi terhadap kenaikan harga, termasuk beras yang semula dijual Rp 16.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp 18.000 per kilogram.
Lebih lanjut, ketiadaan gudang ini membuat ketahanan stok pangan di Bontang sangat bergantung pada kondisi logistik dan cuaca di daerah pengirim. Begitu terjadi gangguan, seperti banjir atau kemacetan distribusi, harga langsung terdampak di pasar lokal.
Langkah pembangunan gudang pangan diharapkan mampu menstabilkan harga dan memastikan ketersediaan pasokan, terutama saat terjadi gangguan distribusi dari luar kota.
“Kita kan belum punya gudang pangan, jadi kalau sudah kendala cuaca, pasti harga bahan pokok banyak yang naik. Tapi kan rencananya tahun depan pemerintah akan bangun gudang pangan,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, harga bahan pokok di Pasar Taman Rawa Indah mengalami kenaikan signifikan. Cabai rawit tembus Rp 65 ribu per kilogram, tomat Rp 36 ribu per kilogram, dan bawang merah mencapai Rp 50 ribu per kilogram.(*)
Reporter: Yulia.C
Editor: Icha Nawir



