Kisah Pilu Perawat Pasien Corona, Tak Bisa Hadiri Pemakaman Ibunya Sendiri

KITAMUDAMEDIA – Seorang perawat di Kota Wuhan, China bernama Wu Yaling hanya bisa menyaksikan upacara pemakaman sang ibu melalui panggilan video. Ia tidak diizinkan keluar dari rumah sakit untuk menghadiri pemakaman ibunya karena harus merawat pasien virus corona baru Covid-19.

Dilaporkan Keepo — jaringan Suara.com, Senin (9/3/2020), Wu Yaling menjadi salah seorang perawat yang bekerja di Fire God Mountain Hospital, salah satu rumah sakit yang dibangun kilat oleh otoritas China untuk merawat para pasien corona.

Salah satu aturan di rumah sakit tersebut adalah seluruh petugas medis tidak diizinkan keluar dari rumah sakit hingga wabah mereda. Hal ini demi menghindari kemungkinan terjadinya penularan virus terhadap masyarakat luar.

Alhasil, Wu Yaling tidak diizinkan untuk menemui ibunya yang sempat menjalani perawatan di rumah sakit lainnya. Hingga akhirnya sang ibu meninggal, ia juga tetap tak diizinkan untuk datang menghadiri pemakaman sang ibu.

Lewat panggilan video, Wu Yaling hanya bisa memandangi jasad kaku ibunya. Ia memberikan salam penghormatan terakhir kepada sang ibu melalui panggilan video.

Berulang kali ia membungkukkan tubuhnya sebagai tanda penghormatan untuk sang ibu. Tak hentinya Wu Yaling menangis tersedu-sedu menghadapi kenyataan pahit dalam hidupnya yang tak bisa melihat sang ibunda untuk terakhir kalinya.

Rekan-rekan sejawatnya yang menyaksikan momen mengharukan tersebut mencoba untuk menghibur dan menenangkan Wu Yaling. Momen tersebut berhasil diabadikan dalam video dan beredar luas di media sosial.

Banyak orang yang terharu menyaksikan video tersebut. Mereka memberikan apresiasi penuh atas dedikasi para tenaga medis dalam merawat pasien virus corona yang terus bertambah.

Laman worldometers.info menunjukkan data real time pada pukul 01.16 GMT atau 08.16 WIB hari Senin (9/3/2020), tercatat total kasus infeksi di seluruh dunia berjumlah 109.976. Angka kematian mencapai 3.827 jiwa dengan jumlah tertinggi berada di China.

Angka kematian tercatat juga bertambah cukup tinggi di Italia. Kini negara tersebut menyandang status sebagai kota kedua dengan kasus terbanyak di luar China (sebelumnya dipegang Korea Selatan) dan juga di luar Asia. Ada 133 kematian baru dari total 366 angka kematian, dan total kasus infeksi virus corona mencapai 7.375.

Sejumlah kota di Italia bagian utara ditutup, seperti Lombardy, Piedmont, Veneto, Emilia Romagna, dan Marche. Kota-kota ini menjadi pusat penyebaran dan juga berisiko tinggi penyebaran virus corona.

Kabar baik datang dari Iran. Meski total kasus telah menembus angka 6.566 jiwa, namun angka kesembuhan cukup tinggi, yakni 2.135 jiwa dari keseluruhan kasus.

Angka kesembuhan di seluruh dunia juga meningkat terus. Data real time Worldometers pada pukul 01.06 GMT menyatakan jumlah total 62.240 atau 56,59 persen dari keseluruhan kasus, dengan angka kesembuhan tertinggi berada di China yakni 58.600 jiwa. (Redaksi)

Leave a Reply