KITAMUDAMEDIA

Bontang Menuju Kota Layak Anak Tahun 2023

Wali Kota Bontang, Basri Rase dalam pelaksanaan evaluasi Kota Layak Anak

KITMUDAMEDIA, Bontang – Kota Bontang terus berbenah untuk menuju kota layak anak tahun 2023.

Wali Kota Bontang, Basri Rase menjelaskan
Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) merupakan muara dari sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat, serta dunia usaha, yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program, kegiatan untuk menjamin terpenuhinya hak dan perlindungan anak.

Guna mewujudkan hal tersebut diperlukan adanya collaborative governance melalui keterlibatan pemerintah, swasta dan civil society untuk bersama-sama mengupayakan pemenuhan hak anak.

“Semua pihak perlu secara bersama sama untuk memenuhi hak anak, dari berbagai bidang,” papar Basri Rase saat kegiatan Verifikasi Lapangan secara Hybrid pada pukul 09.30 wita terkait evaluasi, yang bertempat di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang. Selasa (06/06/2023).

Dalam paparannya Basri Rase menjelaskan secara detail wilayah di Kota Bontang yang terdiri dari 3 Kecamatan, 15 Kelurahan, dan 499 RT. Dengan Luas Wilayah 479.57 Km2, dimana komposisi wilayah Laut 349.77 Km2 (70%) dan Darat 147.80 Km2 (30%). Jumlah Penduduk 186.137 jiwa, dengan Laki-laki 96.433 (52%) dan Perempuan 89.704 (48%). Dengan jumlah anak 57.707 jiwa, menempati 31% dari total jumlah penduduk, anak laki-laki 29.916 (52%) dan anak perempuan 27.791 (48%).

Penerapan KLA sendiri, secara kelembagaan diimplementasikan dalam 5 klaster, yakni klaster 1 terkait hak sipil dan kebebasan, klaster 2 lingkungan keluarga dan pengasuh alternatif, klaster 3 kesehatan dasar dan kesejahteraan, klaster 4 pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya, klaster 5 perlindungan khusus.

Terdapat beberapa penguatan kelembagaan KLA yakni, rapat tematik gugus KLA, pelatihan konvensi hak anak seca berkala bagi gugus tugas KLA, proses penyusunan rencana aksi daerah KLA, pembuatan profil anak di tingkat kota, kelurahan dan kecamatan, publikasi melalui berbagai media dalam maupun luar ruangan terkait KLA.

“Adapun perusahaan yang mendukung perlindungan anak, antara lain beasiswa pendidikan PT. Badak, PT. KNI program rumah ibadah ramah anak. PT. Pupuk Kaltim peduli pendidikan, PT. KNI cegah stunting, dan PT. KPI peduli stunting”, ungkapnya.

Reporter : Dwi S
Editor : Kartika Anwar

Exit mobile version