KITAMUDAMEDIA, Bontang – Wakil Wali Kota Bontang Najirah tinjau Mall Pelayanan Publik (MPP) dikeluhkan petugas sepi pengunjung. Najirah minta agar semua pelayanan fokus di Mall Pelayanan Public (MPP).
Wakil Wali Kota Bontang Najirah mengatakan, minat masyarakat untuk berkujung ke MPP terbilang sangat sepi, hal tersebut menjadi perhatian pemerintah untuk mencari solusi agar MPP kembali ramai dikunjungi masyarakat.
“Akan saya diskusikan dulu dengan dinas terkait, kita akan sama-sama mencari solusi bagaimana MPP ini ramai dikunjungi masyarakat,” ucapnya pada media, Kamis (21/12/2023).
Najirah menyampaikan, pemerintah akan segera melakukan evaluasi terkait sepinya MPP, bisa jadi sepinya pengujung dikarenakan akses eskalator untuk ke lantai 4 sering mati hal tersebut membuat pengunjung malas melakukan pengurusan berkas di MPP.
“Bisa jadi karena eskalator nya sering mati, jadi mereka lebih memilih mengurus langsung ke kantor dinas nya. Tapi tahun ini insya Allah lift sudah rampung dan bisa di pakai,” ungkapnya.
Dijelaksannya, jika MPP ramai otomatis pasar juga akan ramai pengunjung, hal tersebut bisa membantu meningkatkan perekonomian masyarakat yang berjualan di pasar.
Kepala UPT Pasar Tamrin Andiparenrengi mengatakan, eskalator memang kerap dimatikan saat hari sabtu dikarenakan sering dijadikan tempat bermain oleh anak-anak, dan memang beberapa bulan ini eskalator sedang dalam perbaikan.
“Eskalator kemarin memang sedang rusak dan ini baru saja bagus, kalau sabtu memang sengaja dimatikan karena sering dimaini anak-anak,” ucapnya.
Ditempat yang sama salah satu staf Dinas Ketenagakerjaan MPP Supatmi mengatakan, pengunjung di mpp sudah lama ini sepi, jarang ada yang datang paling datang hanya pada hari sabtu. Sementara di hari sabtu eskalator selalu mati hal tersebut yang membuat pengunjung malas untuk mengurus berkas di MPP.
“Karena kantor Disnaker di hari sabtu libur, jadi biasanya ramai di hari sabtu, cuman setiap sabtu eskalator nya mati, jadi malas orang ke MPP, malas naik turun tangga,” ucapnya.
Reporter : Yulia. C
Editor : Kartika Anwar
