Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Warga Api-Api Kaget Diverifikasi KPU, KTP Dicatut Jadi Pendukung Basri-Chusnul

KITAMUDAMEDIA, Bontang – Warga RT 23, Jalan R. Soeprapto, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, Okky Chairul dikejutkan dengan kedatangan petugas verifikator, Panitia Pemilihan Kecamatan (PKK), Panitia Pemungutan Suara (PPS) KPU Kota Bontang, yang melakukan verifikasi faktual (verfak) data pendukung pasangan calon (paslon) Basri Rase dan Chusnul Dhihin yang mendaftar melalui jalur perseorangan.

Okky mengaku tidak pernah memberikan data dirinya dan juga istrinya untuk menjadi pendukung Basri-Chusnul dalam Pilkada Bontang 2024.

“Saya tidak pernah memberikan data diri saya seperti KTP untuk dijadikan pendukung Basri,” ungkap Okky, Minggu (23/6/2024).

Okky merasa heran, bagaimana bisa data dirinya dimanfaatkan untuk kepentingan politik. Ia mengaku pernah mengumpulkan data diri seperti foto copy KTP dan Kartu Keluarga (KK) hanya untuk pendataan pemasangan jaringan gas (jargas).

“Terakhir kan ada informasi pemasangan jargas gratis, diminta foto copy KTP dan KK. Aku kumpulin ke Pak RT. Hanya spekulasiku saja, jangan-jangan KTP yang dikumpulin untuk jargas dipakai buat maju jalur independen,” duganya.

Pun demikian, ia menyayangkan tim pendukung Basri-Chusnul yang sudah mencatut data dirinya sebagai salah satu pendukung Basri-Chusnul untuk memenuhi jumlah pendukung minimal sebagai syarat mencalonkan diri di jalur independen.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua RT 23 Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, Priyo Sujendro membenarkan jika ia pernah mengumpulkan data warga untuk pemasangan jargas gratis. Namun, ia menepis jika data tersebut digunakan untuk kepentingan politik.

“Saya bukan tim yang mengumpulkan KTP untuk Pak Basri dan tidak pernah ada orang yang minta copy KTP warga lewat saya,” pungkas Jendro.(*)

Reporter : Yulia C.
Editor : Nur Aisyah Nawir

Baca Juga  Guru Swasta SMA/SMK Se Bontang Minta Insentif dari Bontang, Begini Jawaban Kadisdikbud

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply