KITAMUDAMEDIA

Standar Alat Berbeda dan Cuaca Panas Bontang Jadi Tantangan Peserta NFSC 2025

Kompetisi Hose Laying di NFSC 2026, HUT ke-106 Damkar Indonesia. (Foto: KA).

KITAMUDAMEDIA, Bontang – Kompetisi National Firefighter Skill Competition (NFSC) dalam rangka HUT ke-106 Pemadam Kebakaran (Damkar) menghadirkan tantangan berat bagi peserta. Cuaca panas Bontang serta perbedaan alat yang digunakan setiap tahun menjadi kendala utama dalam perlombaan yang digelar di Stadion Bessai Berinta pada 25–27 Februari 2025.

Pelatih Damkar Kota Padang, Muhamad Deni, mengungkapkan bahwa timnya telah berlatih selama empat bulan untuk menghadapi lomba ini. Selain persiapan fisik dan mental, mereka juga menjaga pola makan serta mengonsumsi vitamin agar tetap fit.

“Kami persiapan sudah dari empat bulan sebelum perlombaan. Selain latihan fisik, pola makan juga kami berikan vitamin. Saya rasa semua pertandingan ini sangat menantang dikarenakan penggunaan alat yang berbeda pada tiap tahunnya, serta pelajaran yang kami ambil juga pada adaptasi cuaca karena Bontang ini sangat panas ya. Kami harap tahun ke depannya bisa tetap bertahan jadi juara untuk peningkatan kemampuan,” ungkapnya, Kamis (27/2/2025).

Hal serupa disampaikan perwakilan Damkar Kota Surakarta, Stefanus. Menurutnya, standar alat yang selalu berubah menjadi tantangan bagi peserta dalam beradaptasi saat perlombaan.

“Kami sudah bersiap diri untuk mengikuti lomba selama dua bulan dan sudah mengikuti perlombaan Damkar sebanyak empat kali. Banyak pelajaran yang kita ambil tahun ini, mulai dari penggunaan tangga yang kita gunakan tahun ini sangat berbeda dengan tahun sebelumnya, dan kami baru menggunakan model tangga tersebut. Kurang adaptasi dengan alat, harus konsentrasi,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa cuaca panas di Bontang juga menjadi tantangan tersendiri bagi para peserta.

“Panasnya luar biasa, sempit juga ya Bontang ini, tapi banyak lautnya. Rata-rata pesisir sempit, perlu banyak adaptasi, apalagi kita juga bertemu dengan banyak kontingen lain dari luar daerah,” katanya.

Dengan berbagai tantangan tersebut, Stefanus berharap pada pelaksanaan NFSC berikutnya, panitia menetapkan standar peralatan yang seragam untuk semua peserta.

“Kami harap bisa meraih juara di HUT tahun depan. Juga, untuk juri HUT Damkar nasional kami minta tetapkan standar penggunaan peralatan perlombaan agar bisa digunakan oleh semua petugas yang berlomba agar tidak kaget,” pungkasnya.(*)

Reporter: Masyrifah
Editor: Icha Nawir

Exit mobile version