KITAMUDAMEDIA,Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tengah mempersiapkan langkah konkret untuk mendukung pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG), dengan memberikan subsidi daerah guna menjamin efektivitas program tersebut. Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Kukar, Edi Damansyah, sebagai bagian dari strategi penurunan angka stunting dan peningkatan kualitas gizi masyarakat.
Menurut Edi, kebutuhan biaya untuk penyediaan makanan bergizi di Kukar tidak bisa disamakan dengan daerah lain, terutama Pulau Jawa, mengingat perbedaan harga bahan pangan dan biaya distribusi. Ia menilai anggaran standar nasional sebesar Rp10 ribu per porsi dinilai kurang memadai jika diterapkan langsung di Kukar.
“Kondisi geografis dan harga bahan pokok yang tinggi di Kukar membuat kami harus menyesuaikan. Oleh karena itu, subsidi dari pemerintah daerah menjadi penting agar pelaksanaan program ini bisa maksimal,” ujar Edi pada beberapa waktu lalu.
Lebih jauh, program makan bergizi ini tidak hanya menyasar anak sekolah, tapi juga kelompok rentan lainnya seperti balita dan lansia. Dengan cakupan yang lebih luas, diharapkan dampak positif dari program ini bisa dirasakan oleh lebih banyak lapisan masyarakat.
“Kami ingin memastikan semua kelompok rentan, terutama balita dan lansia, mendapatkan haknya atas makanan sehat dan bergizi. Ini bukan hanya tentang makan siang gratis, tetapi juga tentang membangun masa depan yang sehat,” jelasnya.
Untuk mengintegrasikan antara program nasional dan lokal, Edi merencanakan kolaborasi lintas sektor. Salah satunya melalui koordinasi dengan pihak militer setempat, seperti Dandim 0906/KKR, guna menyusun langkah-langkah implementasi yang tepat sasaran.
“Saya akan segera berdiskusi dengan Pak Dandim agar sinergi antara pemerintah daerah dan pusat bisa terwujud secara konkret dalam pelaksanaan program ini,” ungkap Edi.
Ia juga menekankan bahwa aspek kualitas gizi merupakan prioritas utama. Program ini tidak hanya soal memberi makan, tapi juga memastikan bahwa makanan yang disediakan benar-benar bernutrisi dan bermanfaat bagi kesehatan penerimanya.
“Kita tidak hanya fokus pada jumlah porsi, tapi juga memastikan setiap porsi memenuhi standar gizi yang layak. Tujuannya adalah kesehatan jangka panjang,” tegasnya.
Pemkab Kukar menilai program MBG sebagai langkah strategis dalam menurunkan prevalensi stunting dan memperkuat ketahanan gizi masyarakat. Dengan dukungan anggaran yang cukup dan pelaksanaan yang tepat, Edi optimistis program ini akan menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi Kukar yang sehat dan cerdas.
“Ini bagian dari visi kami untuk membentuk sumber daya manusia Kukar yang unggul, mulai dari usia dini hingga lanjut usia. Semua harus mendapat perhatian yang sama dalam hal gizi dan kesehatan,” tutup Edi.
Dengan kolaborasi yang luas dan perencanaan matang, Pemkab Kukar bertekad menjadikan program makan bergizi gratis sebagai solusi jangka panjang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (adv)



