KITAMUDAMEDIA

Jembatan Baru Tenggarong Dibangun, Jembatan Besi Tetap Dilestarikan untuk Pejalan Kaki

Kepala Dinas PU Kukar, Wiyono.[dok.ist]

KITAMUDAMEDIA Kutai Kartanegara  – Pembangunan jembatan baru di kawasan Tenggarong dipastikan tidak akan mengorbankan keberadaan Jembatan Besi, ikon bersejarah kebanggaan masyarakat Kutai Kartanegara. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Wiyono, mengatakan keputusan ini diambil berdasarkan kajian teknis dan nilai sejarah jembatan tersebut.

Lokasi jembatan baru akan bergeser beberapa ratus meter, melintasi anak Sungai Mahakam, menghubungkan Jalan Danau Semayang ke Jalan Monumen Barat, dekat Masjid Agung Sultan Sulaiman. Pembangunan juga akan terintegrasi dengan penataan taman pinggir sungai sebagai ruang publik.

Proyek ditargetkan rampung akhir Desember 2025. Jembatan Besi yang sudah berusia puluhan tahun akan dialihfungsikan sebagai jalur pejalan kaki dan pesepeda, dengan perawatan sesuai standar konservasi agar keasliannya tetap terjaga.

“Kami ingin kawasan ini menjadi pusat aktivitas publik yang nyaman, mendukung mobilitas dan pariwisata,” kata Wiyono.

ntuk meminimalkan dampak terhadap arus lalu lintas dan aktivitas masyarakat, Dinas PU merencanakan pembangunan taman dan jembatan selesai secara bersamaan. Hal ini bertujuan menghindari pekerjaan buka-tutup jalan secara berulang yang dapat menyebabkan gangguan.

Proyek jembatan baru ini ditargetkan rampung pada akhir Desember 2025. Sementara itu, Jembatan Besi yang telah berusia puluhan tahun tidak akan dibongkar, melainkan akan difungsikan ulang sebagai jalur pejalan kaki dan pesepeda. Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan nilai historis jembatan serta kondisi struktur yang mulai menua.

“Jembatan Besi akan terus dirawat dan dilestarikan sebagai warisan budaya. Meski tidak lagi digunakan untuk kendaraan bermotor, jembatan ini akan tetap menjadi jalur yang dapat dilewati pejalan kaki dan pesepeda. Perbaikan dan pemeliharaan akan dilakukan dengan hati-hati, sesuai standar konservasi,” terang Wiyono.

Lebih jauh, jika diperlukan, penggantian struktur besi pada jembatan akan dilakukan dengan pendekatan konservatif, agar tidak menghilangkan keaslian dan nilai historis jembatan tersebut.

Dengan adanya pembangunan jembatan baru dan pelestarian Jembatan Besi, diharapkan kawasan sekitar dapat menjadi ruang publik yang lebih baik dan menunjang pertumbuhan pariwisata serta mobilitas masyarakat di Tenggarong.(*Adv)

Editor : Redaksi

Exit mobile version