KITAMUDAMEDIA, Bontang – Universitas Trunajaya (Unijaya) Bontang tengah menjadi sorotan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) akibat berbagai pelanggaran serius. Kampus swasta ini kini dalam masa sanksi menyusul temuan ketidaklengkapan dokumen mahasiswa, data akademik yang bermasalah, hingga konflik internal di tubuh yayasan pengelola.
Langkah penanganan terhadap kampus tersebut akan dibahas dalam rapat pleno yang digelar di Jakarta pada Kamis (24/4/2025), melibatkan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) dan Kemendikbudristek. Rapat ini dinilai penting karena akan menentukan arah kebijakan terhadap keberlanjutan operasional kampus serta penyelamatan hak-hak mahasiswa.
Kepala LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan, Muhammad Akbar, menyebut agenda pleno akan difokuskan pada berbagai temuan tim pusat usai melakukan pemeriksaan langsung ke kampus Unijaya. Ia menegaskan bahwa tim memeriksa kelengkapan akademik mahasiswa secara menyeluruh.
“Banyak, standar pemenuhan kelayakan, kehadirannya, KHS-nya, KRS-nya, itu semua diteliti. Betul nggak mahasiswa ini kuliah atau tidak. Jadi kalau ada mahasiswa yang tidak pernah kuliah, jangan nuntut dong untuk diwisuda,” kata Akbar saat ditemui usai menghadiri wisuda sarjana STTIB di Auditorium 3D Pemkot Bontang, Rabu (23/4/2025).
Ia menambahkan, hasil rapat pleno akan menjadi penentu arah kebijakan selanjutnya terhadap Unijaya. Akbar berharap pleno dapat menghasilkan solusi terbaik, khususnya bagi nasib mahasiswa.
“Besok lah kita lihat hasilnya dari pleno seperti apa. Mudah-mudahan besok sudah sudah ada jalan keluar, ada solusi seperti apa. Pleno ini akan menentukan langkah selanjutnya seperti apa, temuan-temuan ini yang nanti akan dibahas dipleno besok,” tuturnya.
Akbar juga menyoroti pentingnya langkah penyelamatan mahasiswa agar tidak menjadi korban dalam kisruh internal dan administrasi kampus.
“Nah itu setelah ya semua diperiksa tuh. Apa langkah-langkah penyelamatan untuk mahasiswa? Nah, kita tunggu hasilnya besok ya,” imbuhnya.(*)
Reporter: Yulia.C
Editor: Icha Nawir
