KITAMUDAMEDIA, Bontang – Zulkifli,dosen Sekolah Tinggi Teknologi Industri Bontang (STTIB), menjadi salah satu narasumber dalam Webinar Nasional dan Call for Paper bertajuk “Penggunaan Teknologi untuk Mendukung Pendidikan Inklusif”, yang diselenggarakan pada Kamis (08/05/2025).
Kegiatan ini digelar secara daring oleh Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia (ARIPI) bekerja sama dengan STIS Nurul Iman Gempol, Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri, dan SIT Darul Tauhid Gabus, Grobogan.
Dalam pemaparannya, Zulkifli menekankan pentingnya peran teknologi sebagai katalisator dalam menciptakan sistem pendidikan yang ramah bagi semua kalangan, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus. Ia menjelaskan bahwa teknologi tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu belajar, tetapi juga mampu membuka akses pendidikan yang lebih luas dan merata.
“Teknologi assistive sangat krusial dalam menunjang pembelajaran inklusif. Namun, implementasinya membutuhkan komitmen kolektif dari berbagai pihak,” ujar Zulkifli. Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi lintas negara, lintas disiplin ilmu, dan lintas lembaga merupakan kunci dalam mewujudkan pendidikan inklusif yang berkualitas di Indonesia.
Webinar ini turut menghadirkan sejumlah narasumber terkemuka, di antaranya Prof. Madya Ts. Dr. Nooraini Othman dari Universiti Kebangsaan Malaysia sebagai keynote speaker, Farida Isnawati dari UNU Sunan Giri, Frezzy Paputungan dari Universitas Bina Mandiri Gorontalo dan Wiwiek Widayati dari UIN Walisongo.
Partisipasi Zulkifli dalam forum ilmiah tingkat nasional ini menjadi bukti komitmen STTIB dalam mendukung pengembangan pendidikan inklusif yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Diharapkan, gagasan dan pengalaman yang dibagikan dapat memperkaya wacana akademik sekaligus menjadi inspirasi nyata bagi para pendidik, pembuat kebijakan, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menciptakan sistem pendidikan yang adil, inklusif, dan berdaya saing di era digital.(*)
Editor : Redaksi



