Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Pemkot Bontang Gelontorkan Rp4 Miliar Atasi 1.219 Balita Stunting

KITAMUDAMEDIA, Bontang – Pemerintah Kota Bontang siap menggelontorkan anggaran sebesar Rp 4 miliar untuk mendukung program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita stunting. Sebanyak 1.219 anak menjadi sasaran intervensi gizi yang ditargetkan rampung dalam tiga bulan.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengungkapkan bahwa sebelumnya terdapat sekitar 1.700 balita yang terindikasi stunting berdasarkan hasil operasi timbang serentak di seluruh kelurahan. Cakupan kegiatan tersebut mencapai 99,94 persen, tertinggi dalam empat tahun terakhir.

Namun, setelah pemeriksaan lanjutan oleh dokter anak, angka kasus stunting yang benar-benar membutuhkan intervensi gizi berada di angka 1.219. Sisanya mengalami pertumbuhan terhambat karena faktor genetik, namun kondisi gizi dan berat badannya masih dalam kategori normal.

“Prevalensi stunting di Bontang saat ini sekitar 12 persen, artinya ada penurunan dari sebelumnya. Ini yang akan kita intervensi melalui pemberian makanan tambahan dan juga literasi kepada orang tuanya,” ungkapnya pada awak media, Senin (26/5/2025).

Anggaran Rp4 miliar akan digunakan untuk menyediakan makanan bergizi di setiap posyandu. Pengadaan makanan dikelola masing-masing puskesmas melalui sistem e-katalog.

“Nanti akan ada tambahan susu juga yang disediakan oleh Dinas Kesehatan yang akan dibagi di masing-masing puskesmas,” ujarnya.

Pemkot menargetkan penurunan signifikan kasus stunting dalam waktu 56 hari atau sekitar tiga bulan. Neni optimistis target ini bisa tercapai, mengingat keberhasilan kota lain seperti Surabaya yang berhasil menurunkan prevalensi stunting dari 28,9 persen pada 2021 menjadi hanya 1,6 persen pada 2023.

“Pasti bisa. Kota lain saja bisa turun drastis dalam setahun, masa kita tidak bisa,” tegasnya.

Selain pemberian makanan, edukasi kepada orang tua soal gizi dan kebersihan juga menjadi bagian penting dari program ini.

Baca Juga  Kronologi Tenggelamnya Bocah 14 Th di Sungai Bontang

“Kalau hanya diberi makanan tanpa edukasi soal kebersihan, misalnya makan dengan tangan kotor, maka masalahnya tidak akan selesai,” tutupnya.(*)

Reporter: Yulia.C

Editor: Icha Nawir

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply