KITAMUDAMEDIA

Unijaya Bontang Tutup, Mahasiswa Bergerak! Tuntut Hak hingga Siap Gugat Yayasan

Mahasiswa Unijaya Bontang menggelar pertemuan di depan kampus (Foto: Istimewa)

KITAMUDAMEDIA, Bontang – Izin kampus dicabut, dokumen belum diberikan, dan dana belum dikembalikan. Puluhan mahasiswa Universitas Trunajaya (Unijaya) Bontang akhirnya bersuara lantang, mendesak Yayasan Miliana segera memenuhi hak mereka. Jika tak ada itikad baik, jalur hukum jadi pilihan terakhir.

Desakan itu mencuat setelah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI resmi mencabut izin operasional Unijaya. Sekitar 90 mahasiswa menggelar pertemuan mendadak di depan kampus pada Selasa (24/6/2025) sore. Mereka menyuarakan sejumlah tuntutan, mulai dari kepastian perpindahan ke perguruan tinggi lain hingga pengembalian dana yudisium dan wisuda.

Salah satu mahasiswa yang enggan disebutkan namanya mengatakan, mereka masih memberi waktu kepada pihak yayasan untuk menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan. Namun, bila tidak ada kejelasan, jalur hukum akan ditempuh.

“Sejauh ini kami masih menunggu langkah baik dari kampus. Tapi kalau tetap tidak ada kejelasan, kami akan membawa ini ke ranah hukum,” tegasnya.

Mayoritas mahasiswa menyatakan akan melanjutkan kuliah ke Universitas Langlangbuana (Unla), namun mempertanyakan apakah mereka akan diterima sebagai mahasiswa pindahan.

“Kami ingin ada kepastian bahwa apakah kami akan diterima jika pindah ke sana,” ujar mahasiswa dari Fakultas Ekonomi itu.

Tuntutan utama mahasiswa adalah penerbitan dokumen akademik seperti Kartu Rencana Studi (KRS), Kartu Hasil Studi (KHS), dan daftar hadir perkuliahan. Namun, proses pengurusan dokumen disebut tidak mudah, bahkan sebagian mahasiswa masih ditagih pelunasan tunggakan semester.

“Ada yang sudah menerima transkrip nilai, tapi banyak juga yang belum. Katanya yang belum dapat dokumen diminta melunasi tunggakan dulu,” jelasnya.

Mereka juga meminta pengembalian dana yudisium dan wisuda yang telah dibayarkan. Harapannya, dana itu dikembalikan secara penuh.

“Kami tunggu itikad baik kampus dulu. Kalau tidak ada kejelasan, jalur hukum adalah pilihan terakhir,” tambahnya.

Ia mengakui bahwa memperjuangkan hak-hak mahasiswa bukan hal mudah. Respons dari pihak yayasan dinilai lamban dan tidak memberi kepastian.

“Pihak yayasan saja saat dihubungi lambat merespon, intinya kami meminta itikad baik pihak kampus terkait kelanjutan nasib kami,” tuturnya.(*)

Reporter: Yulia.C

Editor: Icha Nawir

Baca :

Serial Khusus: Akhir Cerita Unijaya, Kampus Pertama di Bontang

Exit mobile version