KITAMUDAMEDIA

Guru SD di Kukar Dapat Pelatihan Koding dan AI, Pemkab Dorong Transformasi Digital Pendidikan

Ilustrasi

KITAMUDAMEDIA,Tenggarong – Puluhan guru Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) antusias mengikuti pelatihan pengenalan koding dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai bagian dari upaya strategis membangun ekosistem pendidikan digital yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Kegiatan yang digagas oleh Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Menengah (PAUD Dikdasmen) Kementerian Pendidikan ini diselenggarakan secara hibrida, yakni gabungan antara tatap muka dan daring, dan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Kukar.

Pelatihan ini bertujuan membekali para guru dengan kemampuan logika pemrograman dasar, pemanfaatan teknologi AI, serta integrasi teknologi dalam pembelajaran tematik di ruang kelas. Adapun pendanaan kegiatan bersumber dari Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Kinerja dan Reguler, menandai keseriusan pemerintah pusat dalam mendorong transformasi pendidikan berbasis teknologi.

Wakil Bupati Kutai Kartanegara, Rendi Solihin, menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi salah satu langkah konkrit pemerintah dalam mewujudkan visi pembangunan SDM unggul dan melek digital.

“Langkah ini sejalan dengan visi Pemkab Kukar untuk membangun SDM yang adaptif terhadap teknologi dan mampu bersaing di era digital,” tegas Rendi saat membuka kegiatan pelatihan, Rabu (6/8/2025).

Menurutnya, era digitalisasi pendidikan menuntut guru tidak hanya menjadi pengajar, tapi juga fasilitator inovatif yang mampu membimbing siswa berpikir kritis dan kreatif menggunakan teknologi.

Senada dengan itu, Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, M.Si., menyatakan bahwa transformasi digital di sektor pendidikan merupakan pondasi penting dalam mempercepat kemajuan daerah.

“Transformasi digital bukan hanya kebutuhan sekolah, tapi kebutuhan seluruh ekosistem pembangunan. Jika ingin Kukar bersaing di level nasional bahkan global, maka peningkatan kapasitas guru dalam teknologi harus menjadi prioritas,” ungkapnya.

Pelatihan ini juga menjadi bagian dari implementasi kurikulum merdeka belajar, di mana guru dituntut lebih kreatif dalam menyampaikan materi dan merancang kegiatan belajar berbasis teknologi.

Ahmad Nurkhalis, Kepala Bidang Pendidikan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar, menegaskan bahwa pelatihan ini adalah bagian integral dari gerakan transformasi pendidikan nasional yang tengah dijalankan oleh Kementerian Pendidikan.

“Kukar siap ambil bagian dalam gerakan nasional menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif dan inovatif,” ujarnya.

Menurut Nurkhalis, pelatihan ini bukan sekadar penambahan pengetahuan individu, tetapi juga mendorong terbentuknya komunitas belajar digital di kalangan guru, yang memungkinkan kolaborasi lintas sekolah, lintas kecamatan, bahkan antar daerah.

“Kompetensi digital bukan lagi pilihan. Ini sudah menjadi kebutuhan mendesak. Melalui pelatihan ini, kita harapkan para guru bisa saling berbagi praktik terbaik dan membangun jejaring edukasi yang kokoh,” tambahnya.

Selain memberikan bekal teknis, pelatihan ini juga menjadi ruang refleksi dan perencanaan ke depan. Pemerintah daerah melalui Disdikbud Kukar menyatakan akan terus mendampingi dan menyediakan akses teknologi yang merata di seluruh sekolah, termasuk di wilayah pedalaman dan perdesaan.

Diharapkan, kegiatan serupa dapat diperluas cakupannya dan menjadi agenda rutin untuk mempercepat pemerataan literasi digital, tidak hanya bagi guru SD, tapi juga guru di jenjang PAUD, SMP, dan pendidikan non-formal.

Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, Kukar terus melangkah menuju ekosistem pendidikan modern yang berbasis teknologi, sekaligus membentuk generasi muda yang cakap digital, inovatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.(Adv)

Editor: Redaksi

Exit mobile version