KITAMUDAMEDIA, Bontang – Komunitas skateboard Kota Bontang menyuarakan keresahan mereka terkait keberadaan pedagang yang membuka lapak di arena skateboard Stadion Bessai Berinta (Lang-Lang). Aktivitas para pelaku UMKM itu dinilai mengganggu ruang gerak skater saat bermain dan berlatih, sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan.
Dalam unggahan di media sosial, Bontang Skateboarders mengaku terganggu karena lapak pedagang masuk hingga ke tepi lapangan. Kondisi ini membuat pergerakan para pemain skateboard terbatas. Mereka khawatir papan yang tak terkendali dapat terlempar ke arah pedagang atau bahkan mencelakai pengunjung, termasuk anak-anak kecil yang bermain di tengah lapangan.
“Kehadiran pedagang membuat arena menjadi sempit dan berpotensi membahayakan pemain, terutama saat melakukan trik atau manuver. Kami tidak melarang ada UMKM cuman jagan terlalu dekat apalagi sampai gelar karpet di lapangan. Tolong kepada Dispopar agar bisa ditindaklanjuti,” ungkap komunitas dalam unggahan media sosial, Sabtu (13/9/2025).
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bidang Olahraga Dispora-Ekraf, Andi Parenrengi, menyatakan pihaknya sudah menerima laporan dan langsung mengambil langkah penertiban.
“Sudah kami tegur, para pedangan ini jualannya dimundurkan, jadi tidak ada lagi lapak jualan yang masuk ke area lapangan,” ungkapnya kepada redaksi, Senin (15/9/2025).
Andi juga mengimbau orang tua agar lebih memperhatikan anak-anaknya saat berada di arena skateboard. Ia menekankan, keberadaan anak-anak di lapangan ketika latihan berlangsung sangat berisiko.
“Anak-anak kan gak ngerti, jadi orang tuanya yang harus mengawasi anaknya. Kalau ada orang main sakteboard, anaknya jangan sampai masuk ke dalam lapangan. Bahaya kalo kena papan sakteboardnya,” tandasnya.(*)
Reporter: Yulia.C | Editor: Icha Nawir



