KITAMUDAMEDIA, Bontang – Upaya mengatasi krisis air bersih di Pulau Gusung selangkah lebih dekat. Pemkot Bontang menargetkan pembangunan pipa PDAM sepanjang 4,6 kilometer mulai dikerjakan pada 2026 mendatang.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menyebutkan perencanaan proyek tersebut sejatinya sudah ada sejak pemerintahan sebelumnya. Rencananya akan dilanjutkan dengan estimasi anggaran sekitar Rp5,5 miliar.
“Dari saya masih jadi dewan, aspirasi itu selalu disampaikan, insya Allah tahun ini perencanaannya sudah selesai, dan tahun depan sudah mulai berjalan,” ungkapnya kepada redaksi beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Bontang, Edi Prabowo, menambahkan pengerjaan fisik pipa akan mengalirkan air bersih ke 100 sambungan rumah tangga di Pulau Gusung.
“Insya Allah anggarannya sementara sudah masuk Rp5,5 miliar, mudahan tidak kena imbas pengurangan dana transfer,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, krisis air bersih hingga kini masih menjadi masalah utama di Pulau Gusung. Warga harus bolak-balik ke daratan Bontang untuk membeli air bersih, dengan biaya transportasi dan pembelian mencapai Rp50.000 sekali jalan. Alternatif lain, mereka menampung air hujan untuk kebutuhan sehari-hari.
Ketua RT Pulau Gusung, Jumadi, menuturkan selama bertahun-tahun warganya hanya bisa mengandalkan air hujan untuk kebutuhan mandi dan mencuci, sedangkan air bersih dari darat diprioritaskan untuk memasak.
“Kalau untuk cuci baju dan mandi kita biasanya pakai air hujan, tapi kalau pas kemarau datang mau tidak mau harus tetap menyediakan air bersih, makanya kalau di Bontang hujan terus menerus, anggap saja itu doa kami yang di pesisir biar kami bisa tampung air bersih,” ungkapnya.(*)
Reporter: Yulia.C | Editor: Icha Nawir



