KITAMUDAMEDIA, Bontang — Pelaksanaan hari kedua Pelatihan Fardhu Kifayah yang digelar oleh Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang pada Kamis (6/11/2025), berlangsung khidmat dan penuh makna. Para peserta tampak antusias mengikuti sesi praktik langsung yang menjadi inti dari kegiatan pembinaan spiritual dan sosial ini.
Setelah sehari sebelumnya menerima pembekalan teori seputar pengurusan jenazah, pada hari kedua para peserta diajak mempraktikkan tata cara memandikan hingga mengkafani jenazah. Dengan arahan para ustaz dan instruktur berpengalaman, kegiatan berlangsung tertib dan penuh kesungguhan.
Dalam sesi praktik, peserta diperkenalkan mulai dari adab dan niat memandikan jenazah, penggunaan air dan sabun sesuai syariat, hingga cara mengeringkan dan membungkus jenazah dengan kain kafan. Seluruh tahapan dilakukan dengan penjelasan rinci agar peserta benar-benar memahami makna di balik setiap proses.
Salah satu pemuda, Muhammadiah Ibrahim, mengatakan, hari kedua ini semua peserta diperlihatkan dan diajak praktik langsung bagaimana proses memandikan dan memakaikan kain kafan kepada jenazah. Menurutnya, penjelasan yang diberikan sangat baik sehingga mudah dipahami oleh peserta.
“Alhamdulillah materi dan praktik sangat jelas sehingga bagi kami, para pemuda, bisa memahami bagaimana tata cara memandikan dan mengkafani jenazah dengan benar,” ujarnya.
Kepala Bidang Kepemudaan Dispopar Kota Bontang menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan upaya nyata pemerintah dalam menanamkan nilai-nilai religius dan kepedulian sosial kepada generasi muda.
“Kami ingin membentuk pemuda yang tidak hanya kreatif dan mandiri, tetapi juga memiliki kepekaan spiritual serta mampu berperan di tengah masyarakat. Kegiatan ini menjadi bekal penting bagi mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelatihan Fardhu Kifayah merupakan bagian dari rangkaian program pembinaan dan peningkatan kapasitas pemuda Bontang yang digagas Dispopar. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda yang berkarakter, beriman, dan siap menjadi penerus bangsa yang tangguh dan berakhlak mulia.
“Kami harap pelatihan ini dapat menciptakan generasi baru dari kalangan pemuda Bontang, karena pemuda lah sebagai generasi penerus,” ujarnya.(Adv)
Reporter: Yulia C. | Editor: Icha Nawir
