KITAMUDAMEDIA

Puskesmas Teluk Lingga Jaga Mutu Pelayanan Gigi dengan Prosedur Sterilisasi

Ruang Pelayanan Puskesmas Teluk Lingga, Kutai Timur

KITAMUDAMEDIA, Kutim – Dalam upaya menjaga mutu pelayanan dan keselamatan pasien, Puskesmas Teluk Lingga menerapkan prosedur sterilisasi ketat pada layanan kesehatan gigi.

Langkah ini menjadi prioritas utama dalam setiap tindakan medis yang dilakukan, sekaligus menjadi bentuk komitmen puskesmas dalam memberikan pelayanan berkualitas bagi masyarakat.

Kepala Puskesmas Teluk Lingga, Sri Endrayati, mengungkapkan bahwa pelayanan gigi saat ini masih dilakukan di gedung lama. Sementara satu ruang gigi di gedung baru sebenarnya sudah tersedia lengkap dengan peralatan medis, namun belum dioperasionalkan karena masih dalam tahap penyesuaian dan persiapan teknis.

“Untuk ruang gigi di gedung baru, peralatannya sudah lengkap dan siap digunakan. Hanya saja, kami masih mempersiapkan beberapa hal teknis agar pelayanan nantinya bisa berjalan maksimal dan sesuai prosedur,” ujar Sri Endrayati, Selasa (11/11/2025).

Ia menjelaskan, layanan kesehatan gigi memiliki tantangan tersendiri dibandingkan layanan umum. Setiap tindakan seperti penambalan, pencabutan, hingga pembersihan gigi membutuhkan waktu cukup lama dan harus dilakukan dengan alat yang steril. Karena itu, pihak puskesmas harus mengatur jumlah pasien agar proses sterilisasi tetap berjalan sesuai standar dan tidak mengganggu jadwal pelayanan.

Puskesmas Teluk Lingga saat ini memiliki sekitar 20 set alat gigi. Namun, alat yang sudah digunakan tidak dapat langsung dipakai untuk pasien berikutnya tanpa melalui proses sterilisasi terlebih dahulu. Hal inilah yang membuat jumlah pasien setiap harinya dibatasi, rata-rata hanya sekitar 15 hingga 20 orang.

Sri menegaskan, pembatasan ini bukan bentuk pengurangan pelayanan, melainkan langkah untuk memastikan keselamatan pasien dan menjaga kualitas tindakan medis. Pasien dengan keluhan mendesak tetap akan mendapatkan prioritas penanganan, sementara pasien lain akan dijadwalkan sesuai ketersediaan alat dan waktu.

“Kadang masyarakat belum memahami bahwa alat gigi tidak bisa langsung digunakan bergantian tanpa proses sterilisasi. Kami terus memberikan edukasi agar masyarakat memahami pentingnya prosedur ini demi keamanan bersama,” jelasnya.

Ia berharap, dengan segera dioperasionalkannya ruang gigi di gedung baru, kapasitas layanan bisa meningkat dan waktu tunggu pasien dapat dikurangi. Menurutnya, peningkatan fasilitas ini akan menjadi langkah penting dalam memperluas akses pelayanan kesehatan gigi yang aman, nyaman, dan berkualitas di wilayah Teluk Lingga.(ADV)

Exit mobile version