Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Kasus ISPA di Teluk Lingga Meningkat, Puskesmas Dorong Masyarakat Kurangi Rokok dan Jaga Kebersihan Lingkungan

KITAMUDAMEDIA, Kutim – Peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah kerja Puskesmas Teluk Lingga menjadi perhatian serius para tenaga kesehatan. Dalam beberapa bulan terakhir, jumlah pasien dengan keluhan pernapasan terus bertambah, terutama pada kelompok usia produktif dan anak-anak.

Kepala Puskesmas Teluk Lingga, Sri Endrayati, menyebutkan dari total sekitar 2.500 kunjungan pasien setiap bulan, keluhan batuk, pilek, dan sesak napas menjadi yang paling banyak dilaporkan. Meskipun data pasti persentasenya masih dalam proses penghitungan, peningkatan tren kasus ISPA sudah terlihat nyata di lapangan.

“Prosentasinya memang belum kita tarik secara detail, tapi peningkatannya cukup terasa. Kami akan telusuri lebih lanjut apa faktor-faktor penyebabnya, apakah karena kebiasaan merokok, kondisi udara yang berdebu, atau kebersihan lingkungan yang menurun,” jelas Sri Endrayati, saat dijumpai di Puskesmas Teluk Lingga, Jumat (7/11/2025).

Ia menjelaskan, tren serupa juga terjadi di sejumlah wilayah lain di Kutai Timur (Kutim). Menurutnya, kebiasaan merokok di tempat umum menjadi salah satu pemicu yang paling sulit dikendalikan. Selain itu, faktor perubahan cuaca dan aktivitas masyarakat di lingkungan berdebu turut memperparah kondisi udara yang memicu gangguan saluran napas.

Untuk menekan angka kasus, pihak Puskesmas telah memperkuat program Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di berbagai tempat, mulai dari sekolah, kantor pemerintahan, hingga fasilitas pelayanan publik.

Edukasi kepada masyarakat pun terus digalakkan agar lebih disiplin dalam menjaga kebersihan udara dan lingkungan sekitar.

“Kami terus mengimbau masyarakat agar tidak merokok di tempat umum dan mematuhi aturan KTR. Tapi memang ini masih menjadi pekerjaan berat, apalagi dengan wilayah kerja yang luas dan kebiasaan yang sudah mengakar di masyarakat,” tuturnya.

Baca Juga  Transaksi Sabu di Kanaan Gagal, Polisi Bekuk Dua Remaja

Selain ISPA, penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi dan diabetes melitus juga mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan data kunjungan rutin, tercatat sekitar 2.200 hingga 2.300 pasien hipertensi dan lebih dari 700 penderita diabetes yang rutin memeriksakan diri setiap bulan.

Angka ini mencerminkan pola hidup masyarakat yang perlu lebih banyak diarahkan ke gaya hidup sehat.

Sementara itu, pada kelompok bayi dan anak-anak, penyakit yang paling banyak ditemukan masih seputar batuk pilek dan diare. Meski demikian, sejumlah kasus penyakit bawaan seperti kelainan jantung juga ditemukan meskipun dalam jumlah kecil.

Puskesmas pun tetap melakukan pemantauan rutin terhadap balita berisiko stunting dengan melibatkan berbagai sektor terkait.

Sri Endrayati menegaskan, pihaknya akan terus memperkuat upaya promotif dan preventif, termasuk sosialisasi tentang pentingnya menjaga kebersihan, mengurangi paparan asap rokok, serta meningkatkan pola hidup sehat.

Dengan kolaborasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat, diharapkan angka kasus ISPA maupun penyakit kronis lainnya dapat ditekan secara bertahap.(ADV)

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply