KITAMUDAMEDIA

Mitigasi Lemah, BPBD Gencarkan Edukasi Bencana ke Warga di 15 Kelurahan Bontang

Kepala Pelaksana BPBD Bontang, Usman, saat memberikan materi edukasi mitigasi bencana kepada peserta dari 15 kelurahan, Rabu (26/11/2025).

KITAMUDAMEDIA, Bontang — Ancaman kebakaran dan banjir masih menghantui sejumlah titik di Bontang, sementara tingkat kesiapsiagaan warga dinilai belum sepenuhnya kuat. Kondisi itu mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang kembali menggencarkan sosialisasi edukasi kebencanaan kepada masyarakat.

Program ini menyasar perwakilan kelana dari 15 kelurahan serta warga umum yang dianggap aktif dalam upaya mitigasi. Melalui pendekatan langsung ke masyarakat, BPBD menekankan urgensi kesiapsiagaan berbasis rumah tangga untuk mengurangi risiko dampak bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Bontang, Usman, menyampaikan bahwa masyarakat perlu memahami langkah nyata ketika menghadapi kondisi darurat, bukan sekadar mengetahui teori.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya paham secara teori, tetapi juga benar-benar siap dan sigap saat bencana terjadi. Kesiapan tiap rumah tangga menjadi kunci untuk meminimalkan risiko,” ujarnya saat mengisi materi, Rabu (26/11/2025).

Dalam sesi diskusi dan simulasi, peserta diperkenalkan prosedur evakuasi, penggunaan peralatan keselamatan, hingga teknik menghadapi situasi darurat. Salah satu perhatian BPBD adalah rendahnya kepemilikan alat pemadam api ringan (APAR) di rumah-rumah warga.

Usman menegaskan bahwa kebakaran masih menjadi bencana paling sering terjadi dan mayoritas dipicu kelalaian.

“Kebakaran adalah salah satu bencana yang paling sering terjadi dan penyebabnya bisa berasal dari hal-hal kecil seperti korsleting listrik atau kelalaian dapur. Dengan memiliki APAR di rumah, masyarakat dapat melakukan antisipasi cepat sebelum api membesar,” tambahnya.

BPBD memastikan edukasi tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi dilakukan secara bertahap di seluruh kelurahan agar masyarakat semakin mandiri dan tangguh.

“BPBD juga pastikan selalu siap siaga saat masyarakat membutuhkan bantuan darurat, langsung hubungi kami atau melalui KELANA, kami akan segera ke lokasi,” tutupnya.

Program ini diharapkan mampu mengubah pola pikir dari menunggu bantuan menjadi kesiapsiagaan mandiri di tingkat keluarga.(Adv)

Reporter: Yulia.C | Editor: Icha Nawir

Exit mobile version