KITAMUDAMEDIA, Bontang — Pemerintah Kota Bontang tengah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif melalui Bontang Creative Lab (BCL), yang ditarget mulai berjalan pada 2026.
BCL dirancang sebagai pusat ekosistem kreatif terpadu, yang memuat pelatihan, mentoring, pendampingan, inkubasi bisnis, hingga co–working space dan ruang pamer produk kreatif lokal. Tujuannya, membantu pelaku usaha muda mengubah ide menjadi bisnis nyata.
“BCL diharapkan menjadi wadah yang terarah dan terukur untuk memaksimalkan pengembangan ekonomi kreatif. Dengan adanya ekosistem ini, kami dapat memantau peningkatan kualitas pelaku ekraf secara lebih jelas karena Dispopar-Ekraf berperan sebagai inisiator dan akselerator,” jelas Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispopar-Ekraf, Doddy Rosdian kepada redaksi kitamudamedia.com belum lama ini.
Selain fasilitas fisik, BCL juga akan membuka akses pembiayaan melalui kemitraan CSR dan Micro-Seed tanpa bunga bagi pelaku kreatif yang lolos seleksi inkubasi. Skema ini ditujukan untuk pelaku muda yang sudah memiliki prototipe usaha namun belum memiliki akses modal.
Untuk mendukung program ini, Dispopar-Ekraf akan membentuk Komite Ekonomi Kreatif yang terdiri dari unsur pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, komunitas, media, dan praktisi. Komite ini bertugas merumuskan arah kebijakan, pendampingan, serta standarisasi kompetensi pelaku kreatif.
“Kalau berdiri sendiri tanpa struktur pendukung, BCL berpotensi tidak berjalan maksimal. Karena itu kami perlu lebih dahulu membentuk Komite Ekraf sebagai motor koordinasi,” tegas Doddy.
Dengan konsep ekosistem yang terstruktur, BCL diharapkan menjadi wadah yang nyata bagi pelaku ekonomi kreatif muda Bontang, mempermudah mereka menyalurkan ide, belajar, dan berkembang menjadi bisnis yang berkelanjutan.(Adv)
Reporter: Yulia.C | Editor: Icha Nawir



