Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

RSUD Bontang Batasi Isi Ruangan Jadi 4 Pasien

KITAMUDAMEDIA, Bontang — Penyesuaian tata ruang rawat inap mulai diterapkan RSUD Taman Husada Bontang. Kini, satu ruangan hanya boleh diisi maksimal empat pasien. Aturan ini menggantikan ketentuan sebelumnya yang memperbolehkan enam tempat tidur dalam satu ruangan.

Kebijakan ini bukan sekadar penataan ulang. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemenuhan standar pelayanan menuju kategori Madya sekaligus menjawab keluhan tentang kenyamanan ruang rawat.

Direktur RSUD Taman Husada, dr. Suhardi menyebutkan bahwa perubahan kapasitas ruang merupakan persyaratan teknis yang tidak dapat lagi ditunda.

“Sebenarnya terdapat 12 kriteria yang harus dipenuhi. Mulai dari ventilasi dan pencahayaan hingga kelengkapan tempat tidur. Semua ini demi memastikan setiap pasien mendapatkan haknya atas ruang yang nyaman dan aman,” ujar Suhardi.

Namun, implementasinya tidak semulus yang diharapkan. Tantangan muncul saat rumah sakit harus menyesuaikan pembagian kamar berdasarkan usia, jenis kelamin, hingga penanganan infeksi. Keterbatasan ruangan membuat idealisasi standar terkadang sulit diterapkan.

“Dalam satu unit, kadang sulit memisahkan pasien laki-laki dan perempuan sesuai standar ideal. Ini yang memicu tingginya BOR dan penumpukan pasien di IGD,” tambahnya.

Dirut RSUD Taman Husada Bontang dr Suhardi saat memaparkan kondisi pelayanan ruang rawat inap dalam Forum Komunikasi Publik (FKP)

Tingkat keterisian ruang atau Bed Occupancy Rate (BOR) yang masih tinggi membuat kebijakan pembatasan ini terasa mendesak. Kondisi tersebut kerap berimbas pada antrean IGD yang sulit terurai ketika pasien baru harus menunggu ruang perawatan tersedia.

Sebagai solusi jangka panjang, RSUD Taman Husada telah menyiapkan rencana pengembangan infrastruktur melalui pembangunan gedung baru. Gedung yang direncanakan berdiri di sisi Gedung B itu diproyeksikan mampu menambah kapasitas ruang rawat sekaligus mengadopsi desain yang lebih modern dan ramah pasien.

Baca Juga  Pemerintah Harus Optimalkan Pelayanan saat Bencana Banjir Melanda Masyarakat Kota Samarinda

“Melalui berbagai inovasi dan pembenahan ini, kami ingin untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Bontang dan sekitarnya,” pungkas Suhardi.(Adv)

Redaksi

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply