KITAMUDAMEDIA, Bontang – RSUD Taman Husada Bontang mulai berbenah. Sistem pendaftaran rawat jalan dievaluasi total untuk mengurai penumpukan antrean pasien yang selama ini menghabiskan ruang lobi.
Wakil Direktur dr. Niken Titi Surianggi menjelaskan, kunjungan harian mencapai 450–500 pasien sehingga pengaturan waktu kedatangan menjadi krusial.
“Langkah ini sebagai respon dari berbagai masukan yang disampaikan masyarakat,” aku dr Niken, belum lama ini.
Ia menerangkan, pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini diwajibkan melakukan booking antrean melalui aplikasi Mobile JKN. Setelah mendapatkan nomor antrean klinik, pasien diminta datang sesuai klaster jadwal yang tertera.
“Masih banyak pasien klaster siang datang jam tujuh pagi sehingga menumpuk di lobi. Ini menyebabkan keluhan waktu tunggu panjang,” katanya.
Mulai 1 Desember, rumah sakit tidak lagi menggunakan tumpukan kertas rujukan di loket. Seluruh pasien diarahkan melakukan check-in melalui Anjungan Siperi sebagai titik utama. RSUD juga menambah dua mesin pendaftaran mandiri untuk mempercepat alur layanan.
“Memang ada kendala dalam sistem digital, terutama saat jaringan BPJS Kesehatan mengalami gangguan, sehingga proses check-in dapat tersendat. Tapi, kami berupaya agar pelayanan tetap bisa berjalan,” tutupnya. (Adv)
Redaksi
