KITAMUDAMEDIA, Bontang – Pemerintah Kota Bontang mengalokasikan anggaran sekitar Rp3 miliar untuk memperkuat sarana dan prasarana Posyandu. Anggaran tersebut difokuskan pada pemenuhan peralatan standar guna menunjang Integrasi Layanan Primer (ILP) dan meningkatkan akurasi data kesehatan masyarakat, termasuk stunting.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang, Bakhtiar Mabe, mengatakan anggaran tersebut merupakan alokasi tahun 2025 yang penyalurannya dilakukan pada tahun ini.
“Ini anggaran tahun 2025 yang baru kita salurkan tahun ini,” ungkapnya kepada awak media, Selasa (20/1/2026).
Ia menjelaskan, sarana yang disalurkan meliputi 79 unit laptop untuk kader Posyandu, serta berbagai alat antropometri, yakni 62 timbangan bayi, 63 timbangan injak, 10 alat pengukur panjang badan bayi, 23 alat pengukur tinggi badan, 90 pita lingkar lengan, 89 pita lingkar kepala, dan 78 tensimeter digital. Selain itu, Dinkes juga mendistribusikan perlengkapan medis berupa 620 botol povidone iodine dan 124 pak masker medis.
Menurut Bakhtiar, tingginya intensitas penggunaan alat di lapangan menyebabkan sebagian peralatan cepat rusak. Karena itu, penggantian dan kalibrasi secara berkala menjadi kebutuhan agar hasil pengukuran tetap akurat.
“Posyandu dan puskesmas pembantu harus dilengkapi peralatan sesuai standar Kementerian Kesehatan dan kemampuan daerah. Ini penting untuk menjamin mutu pelayanan,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterbatasan sarana sebelumnya turut memengaruhi kualitas pendataan di tingkat Posyandu. Dengan peralatan baru, diharapkan kader dapat menyajikan data yang lebih valid.
“Selama ini kendalanya di data. Mudahan dengan prasarana yang baru ini, kader bisa menyajikan data yang tepat dan akurat,” tutupnya.(*)
Reporter: Yulia.C | Editor: Icha Nawir



