Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Harga Emas Antam Tembus Rp3,2 Juta, Saatnya Jual atau Tunggu Rp4 Juta ?

KITAMUDAMEDIA — Tren kenaikan harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) semakin tak terbendung di awal tahun 2026. Perdagangan hari ini, Jumat (30/1), mencatatkan rekor baru dengan harga yang diproyeksikan menembus level psikologis Rp3.200.000 per gram. Lonjakan ini memicu dilema di kalangan investor: apakah saatnya melakukan aksi ambil untung (profit taking) atau menahan aset hingga menyentuh target fantastis Rp4 juta?

Berdasarkan pantauan pasar logam mulia pagi ini, harga emas Antam melanjutkan tren bullish setelah kemarin (29/1) ditutup melesat Rp165.000 ke level Rp3.168.000 per gram. Kenaikan drastis ini didorong oleh meroketnya harga emas spot dunia yang kini bermain di kisaran USD 5.500 per troy ounce.

Target Baru: Rp4,2 Juta per Gram

Pengamat komoditas dan mata uang, Ibrahim Assuaibi, baru saja merevisi target harga emas untuk tahun 2026. Melihat agresivitas pasar saat ini, target harga emas batangan domestik yang sebelumnya dipatok Rp3,5 juta, kini dikerek naik menjadi Rp4,2 juta per gram.

“Dengan harga emas dunia yang berpotensi menyentuh USD 6.500 per troy ounce akibat ketidakpastian geopolitik global dan pelemahan Dolar AS, kami merevisi target emas Antam bisa mencapai Rp4.200.000 per gram di tahun 2026 ini,” ujar Ibrahim dalam analisis terbarunya.

Faktor utama pendorong “kegilaan” harga ini meliputi:

Geopolitik Memanas: Konflik berkepanjangan di Timur Tengah dan Eropa Timur meningkatkan permintaan aset safe haven.

Pelemahan Dolar AS: Indeks Dolar AS (DXY) yang tertekan membuat harga emas (yang bervaluasi USD) menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain, termasuk Rupiah.

Perang Dagang: Tensi dagang antara AS dengan blok ekonomi lain kembali mencuat.

Rekomendasi: Jual atau Tahan?

Baca Juga  Embung Maluhu Diresmikan, Dorong Produktivitas Pertanian Kukar

Bagi Anda yang memegang emas, keputusan jual atau beli sangat bergantung pada posisi harga beli awal dan tujuan investasi Anda.

1. Waktunya Jual (Profit Taking)

Jika Anda membeli emas pada tahun 2024 atau awal 2025 di kisaran harga Rp1,5 juta – Rp2 juta per gram, saat ini adalah momen emas untuk mencairkan keuntungan. Harga buyback (beli kembali) yang sudah menyentuh kisaran Rp3 juta per gram memberikan margin keuntungan yang sangat tebal (lebih dari 50%).

2. Waktunya Tahan (Hold)

Bagi investor jangka panjang yang menargetkan imbal hasil maksimal, menahan emas hingga akhir tahun 2026 bisa menjadi opsi menarik. Dengan proyeksi Rp4,2 juta, masih ada potensi kenaikan sekitar 30% dari harga sekarang.

3. Hati-hati untuk Pembeli Baru (FOMO)

Bagi yang baru ingin masuk, disarankan berhati-hati. Harga saat ini sudah berada di pucuk tertinggi sepanjang sejarah (All Time High). Gunakan strategi Dollar Cost Averaging (DCA) atau cicil beli saat terjadi koreksi harga, jangan membeli dalam jumlah besar sekaligus (lump sum).

Para investor disarankan untuk terus memantau pergerakan nilai tukar Mata Uang Rupiah terhadap Dolar AS, karena pelemahan Rupiah akan semakin mengerek harga emas domestik lebih tinggi lagi.

Sumber: mediaindonesia.com| Editor: Redaksi

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply