KITAMUDAMEDIA, Bontamg – Sebanyak 110 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kota Bontang menjalani tes urine mendadak yang digelar Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Bontang di Pendopo Wali Kota, Rabu (4/2/2026). Pemeriksaan ini dilakukan sebagai syarat sebelum CPNS resmi diangkat menjadi PNS.
Tes urine dilaksanakan di sela kegiatan penguatan Nilai BerAKHLAK serta evaluasi pasca Latihan Dasar (Latsar) CPNS. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut permintaan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bontang sebagai langkah deteksi dini penyalahgunaan narkotika di lingkungan birokrasi.
Kepala BNNK Bontang, Lulyana Ramdhani, menegaskan seluruh CPNS wajib mengikuti pemeriksaan tanpa pengecualian.
“Sebanyak 110 CPNS kami lakukan tes urine hari ini. Ini bagian dari upaya pencegahan agar sejak awal mereka benar-benar bersih dari narkoba,” ujarnya.
Untuk menjaga ketertiban dan transparansi, akses keluar-masuk Pendopo Wali Kota Bontang ditutup sementara selama proses pemeriksaan. Satpol PP dikerahkan untuk melakukan pengamanan hingga seluruh rangkaian tes selesai.
BNNK Bontang menargetkan proses pemeriksaan rampung dalam waktu sekitar dua jam. Hasil tes urine dipastikan diketahui pada hari yang sama setelah seluruh sampel dianalisis.
Langkah ini menegaskan sikap Pemkot Bontang yang tidak memberi ruang bagi penyalahgunaan narkotika, khususnya di kalangan aparatur negara yang akan menjadi garda terdepan pelayanan publik.(*)
Reporter: Yulia C. | Editor: Icha Nawir



