KITAMUDAMEDIA, Bontang – Gedung Autis Center di Kota Bontang menjadi sorotan karena dinilai minim aktivitas. Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Abdu Safa Muha, memastikan layanan terapi tetap berjalan rutin setiap pekan.
“Siapa bilang tidak maksimal. Dalam satu minggu tetap ada kegiatan untuk anak-anak autis,” ujarnya kepada redaksi, Selasa (5/5/2026).
Safa menjelaskan, layanan terapi di Autis Center saat ini ditangani tiga terapis. Keterbatasan tenaga membuat terapi belum bisa dilakukan setiap hari.
“Dalam satu minggu ada sekitar tiga kali pertemuan. Kita memang masih terbatas tenaga guru atau terapis, karena satu anak harus ditangani satu terapis dan juga sistemnya bukan seperti sekolah pada umumnya,” jelasnya.
Menurutnya, pola pendampingan di Autis Center berbeda dengan kegiatan belajar di sekolah reguler. Setiap anak memerlukan penanganan khusus secara individual.
Ia menambahkan, layanan terapi bagi anak autis di fasilitas tersebut tidak dipungut biaya. Orang tua yang ingin mendaftarkan anaknya dapat datang langsung ke Autis Center untuk mengetahui mekanisme layanan.
“Layanan ini gratis. Orang tua bisa langsung datang ke Autis Center untuk mendaftar dan mengetahui mekanismenya,” tutupnya. (Adv)
Reporter: Yulia C. | Editor: Icha Nawir
