Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Kemenkes Bagikan Tips Cegah Penularan Penyakit Zoonosis dari Hewan Kurban

KITAMUDAMEDIA — Kementerian Kesehatan membagikan sejumlah langkah pencegahan penyakit zoonosis menjelang Iduladha 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko penularan penyakit dari hewan kurban kepada masyarakat.

Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni mengatakan masyarakat perlu memperhatikan proses pemilihan hingga pengelolaan daging kurban secara higienis. “Kita harus memastikan praktik higienis dilakukan sejak proses pemilihan dan pembelian hewan kurban,” ujar Andi dalam konferensi pers di Kantor Bakom, Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.

Kemenkes meminta masyarakat memilih hewan kurban yang sehat dan tidak menunjukkan gejala sakit. “Jadi, tangan setelah kontak itu harusnya kita pastikan pada saat proses pemilihan dan pembelian, itu kita jaga, mencuci tangan dengan sabun,” ucapnya.

Selain itu, Andi mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan kendaraan pengangkut dan lokasi penampungan hewan kurban. “Menjaga kebersihan daripada kendaraan dan jika ada hewan yang sakit sebaiknya segera melaporkan kepada Dinas Peternakan,” kata Andi.

Kemenkes juga meminta petugas penyembelihan menggunakan alat pelindung diri seperti masker, sarung tangan, celemek, dan sepatu bot. Langkah tersebut penting karena antraks dapat menular melalui udara atau inhalasi.

“Selain risiko penyakit dari hewan kurban, kontaminasi juga dapat terjadi selama pengelolaan daging kurban. Kemudian keamanan daging kurban perlu dijaga sejak tahapan pertama,” ujarnya.

Selain itu, proses penyembelihan dianjurkan dilakukan di tempat bersih dan tidak langsung di atas tanah. Limbah hewan kurban juga tidak boleh dibuang sembarangan atau ke aliran sungai.

Pemerintah meminta limbah padat maupun cair dipisahkan dan dikelola dengan benar untuk mencegah penyebaran penyakit. Area penyembelihan juga harus dibersihkan dan didesinfeksi setelah digunakan.

Dalam pengelolaan daging, masyarakat diimbau menyimpan daging segar di suhu di bawah lima derajat Celsius bila tidak langsung dimasak. Jika disimpan di freezer dengan suhu minus 18 hingga minus 20 derajat Celsius, daging dapat bertahan hingga tiga bulan.

Baca Juga  Perantau Asal Mamuju Senang akan Ada Kapal Cepat Rute Bontang - Mamuju - Palu

“Kemudian penyimpanan daging yang sudah matang, lalu bagaimana pengangkutan daging yang sudah matang. Juga perhatikan penyajian daging yang sudah matang,” ujar Andi.

Kemenkes meminta masyarakat memasak daging hingga matang sempurna agar bakteri penyebab penyakit dapat mati. “Keamanan daging kurban perlu dijaga sejak penerimaan hingga penyajian makanan matang,” ucapnya.

Sumber: rri.co.id| Editor: Redaksi

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply