KITAMUDAMEDIA

Marak Kehamilan Anak Sekolah, Komisi A DPRD Bontang Minta Pengawasan Diperkuat

Ilustrasi

KITAMUDAMEDIA, Bontang – Maraknya kasus kehamilan di luar nikah pada anak usia sekolah di Kota Bontang menjadi perhatian Komisi A DPRD Bontang. Fenomena ini dinilai sebagai peringatan bagi keluarga, sekolah, dan lingkungan untuk memperkuat pengawasan serta pendampingan terhadap anak.

Sekretaris Komisi A DPRD Bontang, Saeful Rizal, mengatakan tingginya angka kehamilan usia sekolah tidak dapat dibebankan kepada satu pihak. Menurutnya, perlindungan dan pembinaan anak membutuhkan keterlibatan bersama dari orang tua, sekolah, dan masyarakat.

“Peran orang tua, keluarga, sekolah, dan lingkungan sangat penting untuk menjaga anak-anak kita dari berbagai pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan mereka,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).

Saeful menilai perkembangan teknologi dan kemudahan akses informasi menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Karena itu, komunikasi dalam keluarga perlu diperkuat agar anak memiliki ruang untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.

Menurutnya, pengawasan tidak cukup hanya melalui aturan, tetapi juga harus diimbangi perhatian dan pendampingan.

“Anak-anak membutuhkan ruang untuk berdiskusi dan mendapatkan arahan. Jangan sampai mereka mencari jawaban sendiri dari sumber yang kurang tepat karena minimnya komunikasi dengan keluarga,” katanya.

Selain keluarga, sekolah dinilai memiliki peran penting dalam pendidikan karakter dan pembinaan moral peserta didik. Ia menilai pemahaman tentang perencanaan masa depan, tanggung jawab, dan nilai-nilai agama perlu terus diperkuat.

Saeful juga mendorong keterlibatan anak dalam kegiatan positif, seperti olahraga, seni, organisasi sekolah, dan kegiatan keagamaan untuk mengisi waktu luang secara lebih terarah.

Menurutnya, tingginya kasus kehamilan usia sekolah harus menjadi perhatian seluruh pihak.

“Ini bukan hanya tugas pemerintah atau sekolah. Semua harus mengambil peran. Orang tua harus hadir dalam kehidupan anak, lingkungan harus peduli, dan sekolah harus terus melakukan pembinaan. Jika semua bergerak bersama, kita bisa menekan kasus-kasus seperti ini,” tegasnya. (Adv)

Reporter: Yulia C. | Editor: Icha Nawir

Exit mobile version