KITAMUDAMEDIA

Waduk Kanaan Tersendat Lagi, Proyeksi Anggaran Dipertanyakan

Waduk Kanaan Bontang

KITAMUDAMEDIA, Bontang – Pembangunan Waduk Kanaan kembali menjadi sorotan dalam pembahasan Perubahan APBD Bontang 2026. Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bontang menilai ketidaktepatan proyeksi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) ikut menekan struktur anggaran hingga berdampak pada tertundanya program prioritas.

Sorotan itu disampaikan juru bicara Fraksi PDI Perjuangan, Winardi, dalam rapat paripurna DPRD Kota Bontang, Selasa (8/9).

Menurut Winardi, persoalan perencanaan fiskal tidak semata berkaitan dengan angka dalam dokumen anggaran, tetapi juga berdampak terhadap pelaksanaan program yang telah direncanakan pemerintah daerah.

“Menurut Fraksi PDI Perjuangan, ketidaktepatan dalam proyeksi SILPA turut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tekanan terhadap struktur anggaran sehingga berdampak pada tertundanya sejumlah program prioritas yang telah tertuang dalam RPJMD,” katanya.

Salah satu program yang disebut ialah pembangunan Waduk Kanaan. Winardi menilai proyek tersebut memiliki posisi strategis dalam mendukung pengendalian banjir dari sisi hulu sehingga tidak seharusnya kembali mengalami penundaan.

Karena itu, Fraksi PDI Perjuangan mendorong pemerintah memperbaiki perencanaan fiskal agar proyeksi anggaran lebih terukur. Ketepatan perencanaan dinilai penting agar program strategis dapat berjalan sesuai target dan tidak kembali terdampak persoalan anggaran.

Di sisi lain, fraksi juga menyoroti penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 2,69 persen dalam Raperda Perubahan APBD 2026. Pemerintah daerah diminta menjelaskan penyebab koreksi tersebut sekaligus langkah pemulihan penerimaan hingga akhir tahun.

“Fraksi meminta pemerintah menjelaskan secara rinci komponen PAD yang terkoreksi, faktor penyebabnya, basis realisasi sampai dengan semester pertama, serta langkah pemulihan penerimaan sampai akhir tahun tanpa menambah beban berlebihan bagi masyarakat,” ujar Winardi. (Adv)

Reporter: Yulia.C | Editor: Icha Nawir

Exit mobile version