KITAMUDAMEDIA, Bontang – Perubahan angka Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) dalam pembahasan perubahan anggaran 2026 menjadi sorotan Fraksi PKB DPRD Kota Bontang. Selisih yang cukup besar dari proyeksi awal dinilai perlu menjadi bahan evaluasi terhadap kualitas perencanaan dan penganggaran pemerintah.
Dalam pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Bontang, Selasa (8/9/2026), perwakilan Fraksi PKB Junaidi mencermati adanya perubahan signifikan antara proyeksi awal dan angka SiLPA dalam perubahan anggaran. Menurutnya, kondisi tersebut perlu dilihat tidak sekadar sebagai perubahan angka dalam dokumen anggaran, tetapi juga sebagai bahan evaluasi terhadap proses perencanaan.
“Fraksi PKB mencermati adanya perubahan SiLPA yang cukup besar. Perbedaan tersebut perlu menjadi bahan evaluasi terhadap kualitas perencanaan dan penganggaran,” ujar Junaidi.
Fraksi PKB menilai perubahan SiLPA juga dapat menggambarkan sejauh mana program dan kegiatan yang telah direncanakan mampu direalisasikan secara efektif.
“Perubahan anggaran bukan sekadar perubahan angka, tetapi harus menjadi kesempatan untuk memperbaiki arah pembangunan dan memastikan sisa waktu tahun anggaran digunakan secara efektif,” katanya.
Karena itu, Fraksi PKB meminta pemerintah memperkuat perencanaan anggaran pada periode berikutnya. Target, alokasi anggaran, dan pelaksanaan program di lapangan dinilai perlu disusun secara lebih realistis agar memiliki kesesuaian yang lebih baik.
Fraksi PKB berharap evaluasi terhadap perubahan SiLPA dapat menjadi bagian dari perbaikan penganggaran ke depan, sehingga anggaran yang direncanakan lebih mampu diterjemahkan menjadi program yang efektif dan sesuai kebutuhan pembangunan Kota Bontang. (Adv)
Reporter: Yulia.C | Editor: Icha Nawir



