Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

2.000 Anak Usia PAUD di Bontang Belum Sekolah, Disdik Gencarkan Kapling

KITAMUDAMEDIA, Bontang – Sekitar 2.000 anak usia 5–6 tahun di Kota Bontang masih belum mengikuti pendidikan anak usia dini (PAUD). Kondisi itu mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang menggencarkan Kampanye PAUD 5–6 Tahun Itu Penting (Kapling).

Program tersebut menjadi bagian dari implementasi wajib belajar satu tahun prasekolah. Sasarannya adalah orang tua yang memiliki anak usia 5–6 tahun, tetapi belum memasukkan anak mereka ke jenjang PAUD.

Penata Layanan Operasional Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Disdikbud Bontang, Nurdaniati, mengatakan kampanye itu tidak hanya menyasar orang tua, tetapi melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Ketua RT, tokoh masyarakat, Pokja Bunda PAUD, hingga Bunda PAUD dilibatkan untuk bersama-sama mendorong peningkatan angka partisipasi anak di jenjang PAUD.

“Ini merupakan salah satu implementasi program wajib belajar satu tahun prasekolah. Kami menamakan kegiatan ini Kapling atau Kampanye PAUD 5-6 Tahun Itu Penting. Tujuannya untuk mengajak masyarakat yang memiliki anak usia 5-6 tahun tetapi belum masuk PAUD,” ujarnya kepada redaksi, Senin (7/9/2026).

Saat ini, angka partisipasi PAUD di Bontang berada di kisaran 78 persen. Disdikbud menargetkan angka tersebut meningkat menjadi di atas 80 persen tahun ini, sebelum secara bertahap diarahkan mencapai 100 persen.

Nurdaniati mengatakan, angka partisipasi tersebut memang mengalami sedikit peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, berdasarkan data agregat yang dimiliki Disdik, masih terdapat sekitar 2.000 anak usia PAUD yang belum memperoleh pendidikan prasekolah.

Dari dialog dengan orang tua yang digelar pada Senin (7/9/2026), Disdikbud menemukan sejumlah alasan yang membuat anak belum mengikuti PAUD. Sebagian orang tua masih menganggap PAUD belum terlalu penting dan memilih menunggu anak langsung masuk sekolah dasar (SD).

Baca Juga  BLT Dampak Inflasi Dibagikan, Bila Tak Diambil Anggaran Kembali ke Pusat

Alasan lainnya, orang tua menyebut anak belum bersedia mengikuti kegiatan belajar di PAUD. “Kendala utamanya adalah kesadaran orang tua yang masih perlu ditingkatkan. Karena itu kami berharap semua pihak ikut membantu, mulai dari tetangga, ketua RT, hingga tokoh masyarakat untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya PAUD,” katanya, Nur.

Selain membangun kesadaran orang tua, Disdikbud mendorong penguatan sinergi antara guru dan keluarga. Pembelajaran yang dilakukan di sekolah diharapkan dapat dilanjutkan di rumah dengan pendekatan yang membuat anak tetap nyaman.

Dengan pola tersebut, anak diharapkan tidak melihat PAUD sebagai kewajiban yang membebani, tetapi sebagai ruang belajar yang menyenangkan sebelum memasuki jenjang SD.

“Kalau PAUD dibuat menyenangkan, anak-anak akan datang dengan kemauan sendiri. Itu yang ingin kita bangun bersama,” tambahnya.

Melalui Kapling, Disdikbud Bontang berharap semakin banyak anak usia 5–6 tahun memperoleh layanan pendidikan prasekolah sekaligus memperkuat kesiapan mereka sebelum memasuki pendidikan dasar. (Adv)

Reporter: Yulia.C | Editor: Icha Nawir

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply