
KITAMUDAMEDIA, Kutim – Pemerintah Kelurahan Singa Geweh terus melakukan akselerasi pembangunan infrastruktur sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas ekonomi di wilayahnya.
Seluruh langkah yang diambil mengikuti bagian dalam visi dan misi Bupati Kutai timur yaitu 50 Program Unggulan yang terus dijadikan acuan dalam upaya pembangunan Kelurahan Singa Geweh.
Lurah Suprianto menegaskan bahwa percepatan pembangunan diarahkan pada pemenuhan fasilitas publik yang inklusif, mulai dari ruang bermain anak, fasilitas olahraga, hingga pojok baca.
“Kami berkomitmen menghadirkan sarana yang dapat dinikmati semua kelompok usia, sehingga manfaat pembangunan benar-benar merata,” ujarnya, Kamis (13/11/2025).
Selain infrastruktur dasar, sektor pariwisata turut didorong sebagai sumber peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kelurahan terus membina kelompok Pokdarwis Singa Gede untuk memaksimalkan pengelolaan wisata Teluk Prancis.
Meskipun masih menghadapi kendala akses karena keberadaan satwa liar, program ekowisata tetap dipromosikan dengan tetap mengutamakan aspek keamanan dan keberlanjutan lingkungan.
Dalam prosesnya Singa Geweh mengajak berbagai lapisan dan elemen masyarakat untuk turut andil dalam merancang anggaran pembangunan di wilayahnya.
Dana Alokasi Umum (DAU) dimanfaatkan untuk memperkuat fasilitas publik berskala kecil, seperti pembangunan TK-TPA di lingkungan kelurahan serta pengadaan alat pemadam ringan (APAR) bagi setiap RT.
Selain meningkatkan pelayanan, program ini mendorong kesiapsiagaan warga dalam menghadapi potensi kebakaran.
Penguatan ekonomi warga juga menjadi elemen penting dalam pembangunan dengan alokasi dana Rp250 juta per RT, yang dikelola menjadi pelatihan hingga usaha umkm dengan skala kecil.
Program ini dikelola langsung oleh RT agar hasilnya kembali dimanfaatkan untuk kegiatan produktif masyarakat.
Dari sisi keamanan dan keberagaman, Kelurahan Singa Geweh mengaktifkan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) dan Forum Kewaspadaan Dini sebagai wadah mediasi.
Hampir seluruh kasus sosial dapat diselesaikan di tingkat kelurahan tanpa harus melibatkan aparat penegak hukum.
Tak hanya itu, Kelurahan Singa Geweh juga menjadi penyuplai utama dalam produk pertanian yang tersebar di pasar lokal, bahkan lebih dari 50 persen berasal dari hasil pertanian Singa Geweh.
Suprianto optimistis bahwa penguatan sektor pertanian, yang didukung penyediaan infrastruktur dan peningkatan ekonomi warga, akan membawa dampak besar bagi kesejahteraan masyarakat.
“Sinergi pembangunan dan pemberdayaan adalah kunci agar Singa Geweh terus tumbuh,” katanya.(ADV)



