Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Peneliti BRIN Prediksi Awal Puasa 19 Februari 2026, Ini Penjelasannya

KITAMUDAMEDIA — Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi awal Ramadan 2026 atau 1447 Hijriah di Indonesia berbeda. Peneliti BRIN melihat 1 Ramadan diprediksi jatuh pada 19 Februari jika menggunakan hilal lokal.

Prediksi itu disampaikan Koordinator KR Astronomi dan Observatorium Pusat Riset Antariksa BRIN Prof Thomas Djamaluddin. Mulanya, Thomas mengatakan perbedaan penentuan awal Ramadan kali ini karena ada dua hilal yakni hilal global vs hilal lokal.

“Perbedaan kali ini berbeda dengan yang sebelumnya karena beda metode (hisab vs rukyat) atau beda kriteria (Wujudul Hilal vs Imkan Rukyat). Perbedaan kali ini karena beda hilal global vs hilal lokal,” ujar Thomas kepada wartawan, Selasa (17/2/2026).

Thomas menjelaskan hilal global merujuk terpenuhinya kriteria Imkanur Rukyat. Pada waktu magrib nanti, kriteria itu terpenuhi di Alaska. Maka, penetapan awal Ramadan jatuh pada 18 Februari 2026.

“Hilal global merujuk terpenuhinya kriteria Imkan Rukyat di mana saja. Pada saat magrib 17 Februari kriteria itu terpenuhi di Alaska, maka pengguna Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) menetapkan awal Ramadan 18 Februari 2026,” ujar Thomas.

Sementara itu, kata Thomas, hilal lokal merujuk pada wilayah Indonesia dan Asia Tenggara. Pada waktu magrib nanti, katanya, posisi hilal belum memenuhi Imkanur Rukyat bahkan di Indonesia masih berada di bawah ufuk.

“Hilal lokal merujuk wilayah Indonesia dan Asia Tenggara. Pada saat magrib 17 Februari, posisi hilal belum memenuhi kriteria Imkan Rukyat, bahkan di Indonesia posisi bulan masih di bawah ufuk,” kata dia.

Maka itulah, awal Ramadan jatuh pada 19 Februari 2026 jika merujuk pada hilal lokal. Penentuan awal Ramadan tetap menunggu hasil sidang isbat yang diumumkan pemerintah.

Baca Juga  5 Wilayah Indonesia Diterjang Banjir: Cianjur hingga Pati Jateng

“Maka secara hisab dan (nanti dibuktikan) secara rukyat awal Ramadhan pada 19 Februari 2026,” ujarnya.

Mengutip dari situs Bimas Islam Kemenag, sidang isbat penetapan awal puasa Ramadan 2026 akan dilaksanakan hari ini di Hotel Borobudur Jakarta Pusat. Sidang dimulai pukul 16.30 WIB.

Alur pelaksanaan sidang isbat penetapan 1 Ramadan 2026 dimulai dari seminar posisi hilal pukul 16.30 WIB. Lalu pukul 18.30 WIB pelaksanaan sidang isbat. Kemudian pukul 19.05 pengumuman hasil sidang isbat melalui konferensi pers.

Pemantauan hilal akan dilakukan di berbagai lokasi di seluruh Indonesia, dari Aceh hingga Papua, dengan melibatkan tim daerah dan relawan pengamat hilal.

Sumber: detik.com | Editor: Redaksi

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply