Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Longsor di Banyumas, Lima Warga Meninggal

KITAMUDAMEDIA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan lima warga meninggal dunia akibat tanah longsor di Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas. Provinsi Jawa Tengah Selasa (17/11), pukul 02.00 WIB. Keempat korban berhasil dievakuasi oleh petugas, sedangkan satu lainnya masih dalam proses evakuasi dilaporkan hingga pukul 21.00 WIB.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan, selain korban jiwa, tanah longsor juga mengakibatkan empat unit rumah rusak berat.

“Bencana yang terjadi dini hari ini dipicu hujan dengan intensitas tinggi serta kontur tanah yang terjal,” kata Raditya melalui keterangan tertulis, Rabu (18/11).

Dua desa yang terdampak di Kecamatan Sumpiuh ini adalah Desa Bogangin dan Banjarpanepen. 

Raditya menuturkan, Tim Reaksi Cepat (TRC) Kabupaten Banyumas telah mengevakuasi para korban pascakejadian longsor.

Meski petugas gabungan dari BPBD, SAR, TNI, Polri, sukarelawan, dan warga yang mengevakuasi sempat mengalami kendala karena akses jalan utama ke lokasi yang tertutup material longsor.

“Setelah proses evakuasi berlangsung, BPBD dan warga setempat membersihkan material longsor dengan dukungan alat berat,” ucapnya.

Sementara Bupati Banyumas disebut telah meninjau lokasi dan memberikan arahan penanganan darurat kepada para petugas. 

Berdasarkan analisis InaRISK, Kabupaten Banyumas termasuk wilayah dengan kategori kelas bahaya sedang hingga tinggi untuk tanah longsor.

Sebanyak 22 kecamatan berada pada kawasan bahaya pada kategori tersebut, salah satunya Kecamatan Sumpiuh. Dari konteks risiko, sebanyak 126.734 jiwa merupakan populasi yang terpapar potensi bahaya tanah longsor di kabupaten ini. 

Sementara itu, berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kecamatan Sumpiuh berpeluang hujan ringan hingga lebat dalam dua hari ke depan atau 18 – 19 November 2020.

Baca Juga  Damkartan Evakuasi Ular Piton di Plafon Rumah Warga

“Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang maupun tanah longsor,” ujar Raditya. (CNN)

Editor : Redaksi

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply