Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Potensi Batik Kaltim Besar namun Minim Pembatik

KITAMUDAMEDIA – Kalimantan Timur dengan sepuluh daerah memiliki potensi besar dalam bidang usaha batik, namun masih minim perajin batik atau pembatik (peminat/pelaku membatik).

Bahkan menurut Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kaltim Norbaiti Isran Noor, yang juga Ketua DP PKK Kaltim ini, bahwa sepuluh kabupaten dan kota di Kaltim ini memiliki motif batik beragam  yang berbeda-beda. Dan semuanya bagus-bagus dan khas daerahnya masing-masing.

Misalnya, Bontang memiliki khas batik motif Burung Kuntul, Penajam Paser Utara motif Kijang, Paser motif ukiran, Kutai Kartanegara motif naga, Kutai Timur motif paku, Kutai Barat motif Takaq/Macan Dahan, dan Berau memiliki motif banyak dengan pembatik lokal, seperti Batik Putri Maluang. Termasuk Balikpapan dan Mahakam Ulu.

“Di Samarinda ini, hanya ada dua, kreasi batiknya bagus dan tapi pewarnaannya harus lebih diperhatikan,” kata Norbaiti saat membuka Pelatihan Membatik di Aula Rumah Jabatan Sekda Prov Kaltim, Jalan M Yamin Samarinda, Kamis 30 September 2021.

Padahal, lanjutnya, batik bagian warisan budaya bangsa, tidak terkecuali budaya daerah di kabupaten dan kota di Kaltim. Maka, selayaknya memiliki kekhasan batik masing-masing daerah.

Diakuinya, saat ini ada rumah batik bagus di Kaltim, namun pembatiknya bukan asli orang lokal. Karenanya, perlu dibangkitkan semangat anak-anak millenial agar lahir minat membatiknya.

“Kita ingin ada anak-anak muda di Kaltim yang berminat dan menekuni dunia membatik. Anak-anak millenial pasti kreatif dan inovatif dalam berkarya,” ungkap istri Gubernur Kaltim Isran Noor ini.

Ketua Dekranasda Kaltim ini, berharap pelatihan batik oleh DWP Kaltim ini mampu membangkitkan minat warga Kaltim menekuni usaha membatik.

“Potensi besar kita memerlukan sentuhan perajin-perajin batik dari warga lokal. Sebab kepada siapa lagi kita berharap, selain perajin batik lokal. Selain meningkatkan pendapatan mereka, juga melestarikan budaya khas daerahnya,” harap Norbaiti. (yans/sdn/adpimprovkaltim)

Baca Juga  Tersisa Empat Nama, PDIP Petakan Kekuatan Balon Kepala Daerah

Editor : Redaksi KMM

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply