Harga Gas Elpiji Non Subsidi Naik Rp 2600 Per Kilogram

KITAMUDAMEDIA, Bontang – Dua pekan lebih harga gas elpiji ukuran 5 dan 12 kilogram di Kota Bontang mengalami kenaikan. Terhitung Sabtu (25/12/2021) lalu.

Ati, Salah satu Agen di Kota Bontang membenarkan jika gas elpiji non subsidi mengalami kenaikan. Saat ini gas elpiji ukuran 5 kg Rp 85.000 yang sebelumnya Rp 75.000 sedangkan untuk ukuran 12 kg sebelumnya Rp 150.000 naik menjadi Rp 185.000.

“Naiknya lumayan banyak, cuma kalau untuk pedagang (yang mau dijual lagi) itu lebih murah Rp 4.000 dari harga eceran,” ungkapnya saat ditemui redaksi kitamudamedia.com, Jumat (14/01/2022).

Dijelaskan Ati, kenaikan harga tersebut merupakan pemberitahuan resmi dari pertamina.

“Kami tidak asal menaikkan harga. Sehari sebelumnya kami dapat surat dari pertamina terkait kenaikan harga tersebut,” pungkasnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Pjs. Area Manager Comrel Kaltim Ispiani membenarkan harga elpiji non-subsidi resmi naik. yakni sekitar Rp 1.600 – Rp 2.600 per kilogram. Hal tersebut menyesuaikan tren peningkatan Contract Price Aramco (CPA) yang terus meningkat sepanjang tahun 2021.

Pada November 2021 mencapai 847 USD per metrik ton, harga tertinggi sejak tahun 2014 atau meningkat 57 persen sejak Januari 2021.

Penyesuaian harga elpiji non subsidi terakhir dilakukan tahun 2017. Harga CPA November 2021 tercatat 74 persen lebih tinggi dibandingkan penyesuaian harga 4 tahun yang lalu

“Adanya perbedaan kenaikan harga elpiji nonsubsidi itu, untuk mendukung penyeragaman harga elpiji ke depannya serta menciptakan fairness harga antar daerah,” ungkapnya.

Menurut Ispiani, harga elpiji pertamina masih kompetitif yakni sekitar Rp 11.500 per kilogram per 3 November dibandingkan Vietnam sekitar Rp 23.000 per kilogram, Filipina Rp 26.000 per kilogram, dan Singapura sekitar Rp 31.000 per kilogram.

“Untuk Malaysia dan Thailand harga elpiji memang relatif rendah karena adanya subsidi dari pemerintah masing-masing,” ucapnya.

Lebih lanjut, Ia mengungkapkan jika LPG subsidi 3 kilogram yang secara konsumsi nasional mencapai 92.5 persen tidak mengalami penyesuaian harga, tetap mengacu kepada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

“Pertamina akan memastikan stok dan distribusi elpiji berjalan dengan maksimal serta melanjutkan edukasi penggunaan elpiji yang tepat sasaran,” tandasnya.

Reporter : Lia Dewa
Editor : Kartika Anwar

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply