KITAMUDAMEDIA, Bontang – Proyek pembangunan gedung SMP Negeri 1 Bontang dipastikan tak rampung. Per 11 Desember 2023 kontrak kerja dengan kontraktor pelaksana diputus, akibat habisnya masa pengerjaan.
Perwakilan kontraktor, CV Amira Mandiri, Iwan menjelaskan progres pembangunan mencapai 73 persen. Lambatnya pembangunan gedung berlantai tiga tersebut dikatakan Iwan akibat singkatnya waktu pengerjaan yang diberikan. Durasi waktu 7 bulan yang diberikan termasuk perencanaan dari pihak konsultan, tentu sangat pendek. Padahal perkiraan pada umumnya pembangunan gedung tiga lantai sekolah minimal diperlukan 10 bulan pengerjaan.
“Jangka waktu yang diberikan dari konsultan perencana hanya 7 bulan adapun perpanjangan waktu hanya sampai pada bulan ini saja sedangkan pengalaman kami pengerjaan pembangunan minimal 10 bulan bahkan tukang-tukang Bontang sempat saya tanya sanggupnya mengerjakan 11 bulan 12 bulan pengerjaan,” ucapnya.
Meski begitu kata Iwan, pihaknya tidak diberi perpanjangan waktu, sehingga pengerjaan dimaksimalkan hanya sampai malam hari (11/12/2023).
Hambatan lain, kata Iwan terkait ketersedian tiang pancang yang susah untuk dipenuhi. “Tiang pancang juga susah, kami harus rebutan, banyak pembangunan yang bersamaan termasuk IKN juga,” jelasnya.
Menanggapi hal itu, Faisal, anggota Komisi II DPRD Kota Bontang memberi catatan kepada pemerintah Kota Bontang. Menurutnya pemkot Bontang harus lebih bergerak cepat untuk proyek – proyek pembangunan serupa, agar tidak terjadi peristiwa yang sama dengan gedung SMP Negeri 1 ini. Sebaiknya proyek pembangunan harus dimulai pada Januari, awal tahun.
“Sudah dijelaskan, kendala pihak kontraktor bukan soal finansial, tapi karena waktu pengerjaan yang singkat, ini jadi pembelajaran pemerintah, juga untuk komisi III pada saat ada kegiatan yang sangat besar semua harus di awal di Januari,” ucap Faisal pada saat sidak dilakukan (11/12/2023).
Sementara itu, Kepala sekolah SMP Negeri 1 Bontang Riyanto mengatakan dengan penuh harap agar pembangunan segera ditindaklanjuti agar memudahkan dalam proses pembelajaran dan siswa bisa belajar bertatap muka kembali.
“Melihat kondisi kami berharap pembangunan ini tetap dilanjutkan dampaknya kepada proses pembelajaran anak-anak kami agar tidak ada sistem per sesi lagi karena sementara ini pertingkatan ada yang online maupun offline”, tutupnya.
Reporter : Desty NA
Editor : Kartika Anwar



