KITAMUDAMEDIA, Bontang – Diare akut menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling sering terjadi di wilayah Bontang Selatan. Masalah ini mendapat perhatian serius karena mayoritas korbannya adalah anak-anak.
Kepala Puskesmas Bontang Selatan II, Livia Fitriati, mengungkapkan bahwa hingga minggu kedua Januari 2025, tercatat delapan kasus diare akut di wilayah Berbas Tengah. Kasus ini lebih banyak dialami oleh anak laki-laki.
“Ada 8 kasus diare akut yang terjadi, itu pada wilayah Berbas Tengah dan terdampak pada anak laki-laki,” ungkapnya kepada kitamudamedia.com, Rabu (22/1/2025).
Hal serupa juga dikatakan Kepala Puskesmas Bontang Selatan I, Irmawati. Meski belum bisa menyebut angka kasusnya, keluhan diare akut pada anak, terutama pelajar kerap ditangani di Puskesmas Bontang Selatan I.
Menurut Irmawati, penyebab utama diare akut adalah kebiasaan anak-anak mengkonsumsi jajan yang kurang higienis, serta cuaca Kota Bontang yang tidak menentu.
“Diare akut banyak terjadi pada anak juga di Puskesmas BS 1. Mungkin karena anak jajan sembarangan di sekolahnya, kemudian kondisi lingkungan yang kurang sehat, juga dari kebiassan cuci tangan yang juga perlu di perhatikan kembali dan dapat kita lihat juga sekarang kondisi Kota Bontang yang tidak menentu tiba-tiba hujan, membuat sakit perut pada anak,” jelasnya.
Kendati demikian, Irmawati mengimbau para orang tua untuk lebih memperhatikan kebersihan dan kesehatan anak-anak, baik di rumah maupun setelah pulang sekolah.
“Kepada orang tua, selalu memperhatikan anak-anaknya, apalagi setelah mereka bersekolah, perhatikan kebersihan dan makan anak, hingga jam istirahatnya juga,” pungkasnya.(*)
Reporter: Masyrifah
Editor: Icha Nawir
