KITAMUDAMEDIA,Tenggarong – Bendungan Marangkayu yang tengah dibangun di Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diharapkan menjawab tantangan ketahanan air di Kalimantan Timur, khususnya di tengah ancaman perubahan iklim yang kian nyata.
Proyek ini tak hanya bertujuan untuk menjamin pasokan air bersih, tetapi juga sebagai langkah antisipatif terhadap cuaca ekstrem dan ketidakpastian musim yang makin sering terjadi. Asisten II Sekretariat Kabupaten Kukar, Ahyani Fadianur Diani, menegaskan pentingnya keberadaan bendungan sebagai solusi jangka panjang.
“Perubahan iklim membuat musim kemarau semakin panjang dan curah hujan tak bisa diprediksi. Bendungan Marangkayu akan menjadi penyangga utama agar ketersediaan air tetap terjaga sepanjang tahun,” ujarnya saat diwawancarai media, beberapa waktu lalu.
Tak hanya menyuplai air baku untuk kebutuhan rumah tangga dan industri, bendungan ini juga dirancang untuk mendukung irigasi lahan pertanian seluas 1.500 hektare. Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV, Yosiandi Radi, menyebut kapasitas tampung bendungan ini mencapai 450 liter per detik, menjadikannya aset penting untuk keberlanjutan sektor pertanian.
“Dengan suplai air yang konsisten, petani di Marangkayu tak perlu lagi mengandalkan hujan. Ini akan mendorong peningkatan hasil tani dan menjaga ketahanan pangan daerah,” jelas Yosiandi.
Lebih dari itu, keberadaan bendungan dinilai vital dalam upaya penanggulangan dampak perubahan iklim di masa depan. Infrastruktur pengelolaan air seperti ini memungkinkan distribusi air yang lebih merata dan efisien, bahkan di saat kondisi alam tak menentu.
“Ini adalah bentuk kesiapsiagaan kita menghadapi kondisi iklim ekstrem. Infrastruktur seperti Bendungan Marangkayu adalah kebutuhan mutlak untuk menjamin keberlangsungan hidup masyarakat dan pertanian Kukar,” pungkasnya.(Adv)



