KITAMUDAMEDIA,Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya menuntaskan persoalan air bersih yang masih membayangi sejumlah wilayah, khususnya di daerah terpencil yang belum tersentuh layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Bupati Kukar, Edi Damansyah, menyampaikan bahwa tantangan penyediaan air bersih di wilayahnya sangat kompleks. Selain faktor geografis yang luas dan beragam, keterbatasan infrastruktur menjadi kendala utama dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Wilayah Kukar ini sangat luas, ada dusun-dusun yang letaknya terisolasi, jauh dari desa induk, bahkan harus menyeberang sungai atau melewati medan sulit. Ini membuat distribusi air bersih tidak merata,” ungkap Edi, beberapa waktu lalu.
Tak hanya soal akses, layanan PDAM di beberapa titik juga belum optimal. Di Kecamatan Sebulu, misalnya, warga masih sering menghadapi ketidakpastian pasokan air. Rahmat (45), warga setempat, mengaku harus membeli air dengan harga tinggi saat pasokan PDAM terganggu. “Air sering mati, jadi kalau butuh cepat, kami beli. Mahal, satu jerigen bisa Rp10 ribu,” keluhnya.
Hal serupa dialami Siti (38), warga Desa Muara Kaman, yang bergantung pada air hujan dan sumur gali. Saat musim kemarau, mereka sering kesulitan karena sumur kering dan biaya membeli air terlalu besar untuk ditanggung setiap hari.
Menanggapi situasi tersebut, Pemkab Kukar menjalankan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) sebagai solusi alternatif. Hingga 2024, sebanyak 60 unit sistem PAMSIMAS telah dibangun di berbagai desa, naik signifikan dari 42 unit pada dua tahun sebelumnya.
Melalui PAMSIMAS, masyarakat di daerah tanpa jaringan PDAM dapat mengakses air bersih secara mandiri, lewat sistem sumur bor atau tampungan air yang dikelola oleh kelompok lokal. Namun, Bupati Edi menegaskan bahwa kapasitas layanan masih perlu ditingkatkan seiring pertumbuhan kebutuhan.
“Kapasitas awal hanya 2 liter per detik. Dengan pertambahan penduduk, kebutuhan bisa melonjak hingga 10 liter per detik. Ini yang sedang kami kembangkan agar bisa memenuhi kebutuhan warga,” jelasnya.
Selain memperluas cakupan PAMSIMAS, Pemkab Kukar juga fokus memperbaiki infrastruktur PDAM di kawasan yang telah terjangkau namun masih menghadapi masalah teknis. Menurut Edi, perbaikan jaringan dan peningkatan efisiensi layanan menjadi kunci untuk memastikan kelancaran distribusi air bersih.
“Kita tidak hanya mengejar cakupan wilayah, tapi juga memastikan kualitas distribusinya. Jangan sampai jaringan sudah ada, tapi airnya tidak mengalir maksimal,” tambahnya.
Target jangka panjang Pemkab Kukar adalah menjamin bahwa seluruh masyarakat, dari kawasan perkotaan hingga pelosok, dapat menikmati layanan air bersih yang layak. Integrasi dengan pembangunan infrastruktur lainnya seperti jalan dan listrik juga akan menjadi bagian dari strategi besar daerah.
“Air bersih adalah kebutuhan dasar. Pemkab berkomitmen menjadikan ketersediaan air bersih sebagai prioritas pembangunan yang tidak bisa ditawar,” tegas Edi.
Dengan kombinasi program jangka pendek dan strategi jangka panjang, Pemkab Kukar optimistis persoalan air bersih bisa diatasi secara bertahap dan berkelanjutan. Harapannya, setiap warga Kukar bisa hidup lebih sehat dan sejahtera di masa depan.(Adv)



