Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Bontang Bidik KLA Utama 2025, Wali Kota Neni Optimistis Didukung 12 Perda

KITAMUDAMEDIA, Bontang – Pemerintah Kota Bontang menargetkan peningkatan peringkat dalam penilaian Kota Layak Anak (KLA) tahun 2025. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyatakan optimistis Bontang mampu naik dari predikat Nindya menjadi Utama.

Optimisme ini diperkuat dengan keberadaan 12 Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Wali Kota (Perwali) yang menjadi fondasi kebijakan pro-anak.

“Tahun ini insyaallah naik utama. Untuk mendukung KLA, kami ada Perda, ada Perwali, ada juga penguatan lembaga,” kata Wali Kota Neni, beberapa waktu lalu.

Dalam paparannya, Wali Kota dua periode itu menegaskan komitmennya menjadikan Bontang sebagai kota ramah anak. Tercatat, ada sekitar 12 Perda yang mendukung KLA, selain Perwali dan penguatan kelembagaan.

Salah satu regulasi yang dijadikan contoh ialah Perwali Nomor 5 Tahun 2012 tentang kawasan tanpa asap rokok. Berdasarkan aturan ini, seluruh kantor pemerintahan, ruang publik, dan kegiatan resmi pemerintah harus bebas dari asap rokok. Tak hanya itu, iklan rokok dilarang tayang di penjuru kota, serta sponsor rokok dilarang terlibat dalam kegiatan yang menyasar anak-anak.

“Saya kira warisan terbaik yang bisa kita berikan ke anak adalah dunia yang ramah dan aman. Dan ini sudah coba kami upayakan di Bontang,” ujar Neni.

Pemkot Bontang juga telah menyediakan berbagai fasilitas fisik untuk mendukung KLA. Seperti Ruang Bermain Anak (RBA) yang terstandardisasi dan tersebar di ruang terbuka hijau, fasilitas publik seperti Samsat, rumah sakit, puskesmas, OPD, dan Mall Pelayanan Publik (MPP).

Di bidang kelembagaan, Bontang memiliki 40 kelompok bina keluarga balita, 14 kelompok bina keluarga remaja, serta 4 klinik tumbuh kembang yang tersebar di rumah sakit. Berbagai program inovatif juga dikembangkan, seperti Babat Habis (Bapak Hebat Waspada Balita Stunting) dan Puspaga Goes to School, yang menyasar isu pengasuhan, kesehatan mental, dan perlindungan anak.

Baca Juga  Parit Buntu, Warga Keluhkan Genangan Air Setiap Hujan Mengguyur

Tak hanya itu, program Rute Aman Selamat Sekolah (RASS) juga diterapkan. Tercatat 9 zona selamat sekolah telah ditetapkan, ditambah 16 unit bus sekolah bantuan perusahaan, patroli keamanan sekolah, serta layanan khusus bagi anak-anak difabel.(*)

Redaksi

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply