KITAMUDAMEDIA,Bontang – Kabar gembira bagi para pengendara! Per 18 Juni 2025, seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Indonesia resmi menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi. Penyesuaian harga ini dilakukan oleh beberapa operator besar, seperti PT Pertamina (Persero), Shell, BP-AKR, hingga Vivo Energy Indonesia.
Penurunan harga ini menjadi angin segar di tengah tekanan ekonomi dan kebutuhan mobilitas masyarakat yang tinggi. Contohnya, harga Pertamax (RON 92) milik Pertamina yang sebelumnya Rp12.400 per liter, kini turun menjadi Rp12.100 per liter. Demikian pula Pertamax Turbo kini dibanderol Rp13.050 per liter dari harga sebelumnya Rp13.300.
Penurunan harga juga terjadi pada varian BBM ramah lingkungan, Pertamax Green (RON 95), yang kini dibanderol Rp12.800 per liter dari sebelumnya Rp13.150. Sementara jenis solar seperti Dexlite (CN 51) turun menjadi Rp12.740 dan Pertamina Dex (CN 53) menjadi Rp13.200 per liter.
Namun, harga untuk BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar subsidi tetap stabil tanpa perubahan.
Menurut pernyataan resmi dari Pertamina yang dikutip pada Selasa, 3 Juni 2025, penyesuaian ini merujuk pada Keputusan Menteri ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 yang merupakan revisi dari Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020 tentang formula harga dasar BBM.
Berikut rincian lengkap harga BBM terbaru per 18 Juni 2025:
Pertamina
- Pertamax: Rp12.100/liter
- Pertamax Turbo: Rp13.050/liter
- Pertamax Green: Rp12.800/liter
- Pertamina Dex: Rp13.200/liter
- Dexlite: Rp12.740/liter
- Pertamax di Pertashop: Rp12.000/liter
Shell
- Shell Super: Rp12.370/liter
- Shell V-Power: Rp12.840/liter
- Shell V-Power Diesel: Rp13.250/liter
- Shell V-Power Nitro+: Rp13.070/liter
BP-AKR
- BP 92: Rp12.370/liter
- BP Ultimate: Rp12.840/liter
- BP Ultimate Diesel: Rp13.250/liter
Vivo
- Revvo 90: Rp12.260/liter
- Revvo 92: Rp12.340/liter
- Revvo 95: Rp12.810/liter
- Primus Diesel: Rp13.210/liter
Dengan penyesuaian ini, masyarakat diharapkan dapat merasakan langsung dampak positifnya dalam pengeluaran bahan bakar sehari-hari. Pemerintah dan penyedia BBM tetap mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menggunakan BBM serta memantau perubahan harga melalui kanal resmi masing-masing operator.
Editor: Redaksi



