Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Komisi IV DPRD Kaltim Soroti Ketimpangan Sebaran Dokter

KITAMUDAMEDIA, Samarinda – Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tengah menghadapi tantangan besar dalam sektor kesehatan, khususnya terkait minimnya jumlah dan pemerataan tenaga dokter. Dengan jumlah penduduk mendekati 4 juta jiwa, provinsi ini seharusnya memiliki sedikitnya 4.000 dokter agar sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yaitu satu dokter untuk setiap 1.000 penduduk.

Namun kenyataannya, jumlah dokter yang tersedia di Kaltim saat ini hanya sekitar 2.000 orang. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra, yang juga berprofesi sebagai dokter dan dosen.

“Kita baru memenuhi 50 persen dari standar WHO. Idealnya, kita butuh dua kali lipat dari jumlah dokter yang ada sekarang,” jelas Andi Satya.

Tak hanya soal jumlah, Andi juga menyoroti distribusi dokter yang timpang. Dari total 2.000 dokter, sebanyak 80 persen berada di kota-kota besar seperti Samarinda, Balikpapan, dan Bontang. Akibatnya, daerah-daerah lain di Kaltim, terutama yang terpencil, mengalami kekurangan tenaga medis.

Kondisi ini diperparah oleh ketimpangan distribusi dokter spesialis. Dari sekitar 800 dokter spesialis yang ada, sebagian besar lebih memilih berpraktik di kota besar karena ketersediaan fasilitas yang lebih lengkap serta jaminan kesejahteraan yang lebih baik.

“Wajar jika para dokter enggan ditempatkan di daerah pelosok yang aksesnya sulit dan fasilitasnya terbatas,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Menurut Andi, pemerintah harus turun tangan dengan serius untuk menyelesaikan persoalan ini. Salah satu langkah yang perlu diambil adalah meningkatkan infrastruktur kesehatan di wilayah terpencil, serta memberikan insentif yang menarik bagi para dokter yang bersedia ditugaskan ke sana.

“Kalau fasilitasnya memadai dan ada jaminan kesejahteraan, saya yakin banyak dokter yang bersedia ditempatkan di daerah,” tandasnya.

Baca Juga  Hari Pahlawan Tahun 2025: Tema hingga Link Download Logo

Andi berharap pemerintah daerah bisa melihat ini sebagai prioritas agar layanan kesehatan bisa dinikmati secara merata oleh seluruh masyarakat Kaltim, tak terkecuali mereka yang tinggal di pelosok. (*Adv)

Editor : Redaksi

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply