KITAMUDAMEDIA, Bontang – Seorang remaja perempuan berusia 18 tahun diduga nyaris menjadi korban kekerasan seksual saat menonton pertandingan sepak bola di Stadion Mulawarman, Kamis (18/9/2025) malam. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 22.00 WITA ketika suasana pertandingan tengah ramai.
Salah seorang saksi yang berada di lokasi, Anggelia Cemmus, mengungkapkan suasana lapangan mendadak ricuh setelah sejumlah penonton berlarian keluar. Saat dirinya mendekat, ia melihat seorang perempuan dalam kondisi lemas dikerumuni warga.
“Saya lihat ada cewek sudah terbaring lemas, dikerumuni orang-orang. Awalnya ada laki-laki yang mendengar teriakan minta tolong dari bawah pohon-pohon depan stadion, pas dicek korban dalam kondisi lehernya terlilit pendeng milik korban,” ujarnya kepada redaksi, Jumat (19/9/2025).
Ia mengungkapkan, dari pengakuan korban saat itu korban hendak membeli minuman. Namun ada seorang laki-laki yang mendekati, kemudian korban sempat dipaksa masuk ke sebuah mobil. Bahkan di dalam mobil sudah terdapat dua orang lain. Korban juga mengaku cadarnya sempat dibuka secara paksa.
“Korban cerita sambil gemetar jadi kurang jelas juga apa yang dia bilang, dia tidak mengenal pelaku. Katanya, saat sedang membeli minum tiba-tiba didatangi lalu dipaksa masuk mobil,” jelasnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bontang AKP Randy Anugrah melalui Kapolsek Bontang Barat IPTU Esmoyo mengatakan, remaja tersebut merupakan remaja yang sama saat kejadian percobaan bunuh diri di gedung RSUD beberapa waktu lalu, yang ternyata memiliki gangguan mental.
“Tadi malam saat kejadian kami ke sana, pas kami lihat, ternyata gadis yang sama waktu kejadian di RSUD, memang memiliki gangguan jiwa jadi ucapannya tidak bisa dipercaya,” ungkapnya kepada redaksi, Jumat (19/9/2025).
Ia juga menuturkan, saat remaja tersebut dibawa ke RSUD sekitar pukul 22.00 WITA, pada pukul 23.00 WITA remaja tersebut kabur, namun berhasil ditangkap. Saat ini korban telah dibawa oleh pihak RSUD ke Rumah Sakit Jiwa di Samarinda.
“Sudah dibawa tadi sekitar pukul 10.00 WITA ke rumah sakit jiwa di Samarinda, karena kita belum bisa temukan identitasnya maupun keluarganya,” tandasnya.(*)
Reporter: Yulia.C | Editor: Icha Nawir



