Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Tekanan Psikologis Bisa Ganggu Irama Jantung, dr. Suhardi: Jangan Sepelekan Stres

KITAMUDAMEDIA, Bontang – Stres yang dibiarkan tanpa penanganan bukan hanya mengganggu pikiran, tetapi juga bisa membuat jantung berdetak tidak beraturan. Dokter Spesialis Jantung RSUD Taman Husada Bontang mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan stres berlebih, karena dapat memicu gangguan irama jantung atau aritmia.

“Saya kerap menangani pasien dengan gangguan jantung akibat tekanan psikologis,” ujar dokter yang juga menjabat sebagai Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Minggu (2/11/2025).

Ia menjelaskan, stres menyebabkan peningkatan hormon adrenalin dan kortisol dalam darah. Kedua hormon tersebut membuat jantung berdetak lebih cepat, tekanan darah meningkat, dan pembuluh darah menyempit.

“Efeknya, jantung bekerja lebih keras dari normal. Pada orang dengan riwayat penyakit jantung, ini bisa menjadi pemicu serangan,” jelasnya.

Menurut dr. Suhardi, gejala gangguan irama jantung akibat stres umumnya berupa dada berdebar, pusing, dan keringat dingin. Ia mengimbau masyarakat agar segera memeriksakan diri bila mengalami gejala tersebut secara berulang.

“Jangan menunggu sampai pingsan atau sesak napas berat,” tegasnya.

Selain pengobatan medis, dr. Suhardi menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental. Caranya dengan berolahraga teratur, tidur cukup, dan melakukan relaksasi.

“Kami juga menyediakan layanan konsultasi bagi pasien yang mengalami gangguan jantung akibat stres. Karena kesehatan jantung dan pikiran saling berkaitan. Kalau mental sehat, kerja jantung juga lebih stabil,” tutupnya. (Adv)

Redaksi

Baca Juga  979 BLT Tahap Kedua Tidak Tersalur, Capaian Terendah di Gunung Elai

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply