
KITAMUDAMEDIA, Kutai Timur – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat kampanye masif sebagai strategi utama dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat untuk mencegah stunting.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan pemahaman masyarakat tidak hanya meningkat, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kampanye dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai platform komunikasi, baik digital maupun tatap muka.
Kepala DPPKB Kutim, Ahmad Junaedi, menilai bahwa perubahan perilaku membutuhkan informasi yang terus-menerus dan konsisten.
“Kampanye tidak bisa dilakukan sekali saja. Harus terus berulang agar masyarakat terbiasa menerapkan pola hidup sehat,” ujar Ahmad.
Salah satu fokus kampanye adalah peningkatan pemahaman keluarga mengenai pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
DPPKB memberikan edukasi tentang pentingnya gizi seimbang bagi ibu hamil, pemberian ASI eksklusif, serta pemantauan pertumbuhan anak secara rutin di posyandu.
“Faktor gizi dan pola asuh adalah dua komponen besar yang menentukan risiko stunting,” tegas Junaedi.
Kegiatan kampanye juga dilakukan melalui berbagai acara komunitas seperti expo, seminar terbuka, dan penyuluhan di ruang publik.
Kader dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) dilibatkan sebagai ujung tombak penyampaian informasi di lapangan.
Dalam mendukung perubahan perilaku, DPPKB memanfaatkan media digital seperti video edukasi, animasi pendek, dan infografis yang mudah dipahami oleh masyarakat.
Selain digital, kampanye di media elektronik seperti TVRI melalui Program Publika juga memperluas jangkauan pesan pencegahan stunting.
Di program tersebut, pakar kesehatan dan perwakilan pemerintah memberikan penjelasan mendalam mengenai langkah-langkah kebijakan serta pola hidup sehat keluarga.
DPPKB juga bekerja sama dengan lembaga pendidikan untuk menanamkan kesadaran stunting kepada para pelajar.
Melalui program Sekolah Siaga Kependudukan, siswa diperkenalkan pada konsep kesehatan reproduksi dan peran generasi muda dalam pencegahan stunting.
Upaya kampanye masif ini diharapkan mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap pentingnya kesehatan keluarga.(ADV)



